Syamsudin Siregar, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Panca Marga hasil Munas X di Hotel Swissbellin, Kemayoran, Jakarta, 5-6 September 2019

Jakarta, inneww.co.id – Pelaksanaan Musyawarah Nasional X Pemuda Panca Marga (PPM) berhasil memilih Ketua Umum baru menggantikan Abraham Lunggana atau Haji Lulung, di Hotel Swissbellin, Kemayoran, Jakarta, Jum’at (6/9/2019) malam.

Tampil sebagai Ketua Umum PP PPM yang baru Samsudin Siregar, SH. Di jajaran Sekretaris Jenderal ada Abdilah Karyadi dan Muchroy Siregar sebagai Bendahara Umum.

Usai acara, Samsudin mengatakan, bersyukur pelaksanaan Munas X PPM bisa berjalan dengan baik dan lancar. Dan, dirinya menyatakan siap mengemban tugas baru memimpin organisasi yang di dalamnya merupakan anak-anak veteran Republik Indonesia dan telah memiliki cabang di seluruh Indonesia ini.

Haji Lulung tengah memberikan sambutan pada Pembukaan Musyawarah Nasional X Pemuda Panca Marga di Hotel Swissbellin, Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/9/2019) malam

Mengenai persoalan tidak diakuinya hasil Munas X PPM oleh Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Samsudin menjelaskan, ini sudah sesuai AD/ART. “Kita akan temui para tetua di LVRI yang juga ayah kami dan menjelaskan. Kami telah jalankan tugas sesuai mekanisme yang ada dan sah secara hukum,” ujarnya.

Samsudin mengharapkan, PPM tetap mengharapkan, ‘orangtua’ di LVRI bisa tetap membimbing dan kami siap untuk diarahkan dan dikoreksi.

Diterangkan, secara historis, kami (PPM) memang punya hubungan dengan LVRI. Namun, sejak 1985, PPM ‘berpisah’ dan memiliki AD/ART sendiri.

Samsudin mengingatkan untuk hati-hati berbicara di media, apalagi menyatakan Munas X PPM tidak sah. “Apa yang kami lakukan sah secara hukum. Tapi kalau perlu kita duduk sama-sama untuk berbicara dari hati ke hati,” tandasnya.

Menurut Samsudin, tidak nyambung kalau LVRI yang memilih dan mengangkat Ketua Umum PP PPM. “Malu kalau para senior di LVRI tidak paham hukum dan aturan. Mau main seenaknya saja. Malu kalau dilihat orang,” katanya seraya menyatakan langkah kedepan adalah bagaimana membangun rekonsiliasi dengan LVRI.

Jadi, baiknya LVRI bersabar dan kami yakin pasti ada solusinya. “Munas X PPM bukan munas dipercepat atau munaslub. Karena, Haji Lulung tidak bersalah, tapi legowo demi keutuhan organisasi memilih mundur,” ujar Samsudin.

Abraham Lunggana atau dikenal dengan Haji Lulung memberikan pernyataan pers usai Pembukaan Munas X PPM di Hotel Swissbellin, Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/9/2019) malam

Sementara itu, Haji Lulung menambahkan, ‘ayahhanda’ di LVRI harusnya melihat dari sisi hukum. “Kalau Munaslub LVRI kita gugat akan gugur itu. Kalau pun kami dianggap salah, itu kan bisa dibicarakan. Allah SWT saja pemaaf, masa ‘ayahanda’ tidak memaafkan. Padahal, saya saja masih bingung, apa salah saya,” ujar Haji Lulung.

Yang ada, lanjut Lulung, dirinya dikasih 2 opsi, yakni memimpin partai politik atau PPM? Padahal, sejak setahun sebelumnya, Lulung sudah diberhentikan dari parpol karena Pilkada DKI Jakarta.

Sebelumnya, DPP LVRI tidak mengakui apapun hasil Munas X yang digelar Pengurus Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM) 5-6 September di Jakarta.

Dalam rilisnya, Kepala Biro Humas DPP LVRI Sudadi menyebutkan alasan ditolaknya hasil munas oleh DPP LVRI, pertama karena organisasi wadah para veteran itu sudah tidak mengakui kepemimpinan  Abraham Lunggana atau dikenal Haji Lulung.

Kedua telah dibekukannya kepengurusan PPM baik di tingkat pusat maupun daerah.  Ketiga, dalam upaya membenahi PPM kini DPP LVRI telah mendorong sebuah presidium untuk menyelenggarakan Munas Luar Biasa (Munaslub) PPM. (RN)