Jakarta, innews.co.id – Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak perlu lagi membuat panitia khusus (pansus), langsung dibawa ke rapat pimpinan gabungan (rapimgab) saja.

Penegasan ini disampaikan M. Syarif, M.Si., Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra di Jakarta, Selasa (22/10/2019). “Kemarin kan sudah selesai (penyusunan tatib). Diserahkan kepada pimpinan tinggal dibawa ke rapimgab untuk dibawa ke paripurna. Jadi tidak perlu dibuat pansus lagi,” kata Syarif.

Setelah tatib disahkan, baru bisa melakukan pemilihan Wagub DKI untuk menggantikan Sandiaga Uno yang maju dalam Pilpres 2019. Menurut Undang-undang No. 10/2016 tentang Pilkada, pemilihan wakil kepala daerah dilakukan oleh DPRD.

Hingga kini, terdapat dua cawagub DKI yakni, Achmad Syaikhu dan Agung Yulianto yang menunggu untuk dipilih.

“Setelah tatib disahkan tahap berikutnya menentukan panlih (panitia pemilihan). Nah, panlih itu yang akan melakukan verifikasi, menanyakan pada calon (wagub) atau pada partai pengusung. Ini masih dua ya (calon wagub). Pertanyaan itu nanti yang bertanya dari panlih,” urai Syarif.

Meski begitu, Syarif belum tahu pasti kapan pelaksanaan rapimgab karena itu merupakan wewenang Pimpinan DPRD DKI. “Saya menghimbau supaya cepat (rapimgab). Sebelum akhir tahun sudah ada wakil gubernur,” tukas Syarif. (IN)