Jakarta, innews.co.id – Hadirnya Prabowo Subianto dalam Kongres ke-5 PDI-Perjuangan di Sanur, Bali, mengisyaratkan kian mesranya hubungan dengan pemerintah dan parpol lawan politiknya.

Sebagai pengingat, Prabowo melangsungkan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di MRT yang berlanjut dengan makan di sebuah restoran sate. Setelah bertemu dengan Jokowi, Prabowo diundang ke rumah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di bilangan Menteng.

Kemesraan itu kian kentara tatkala Ketua Umum Partai Gerindra itu menghadiri Kongres PDI Perjuangan di Bali, dimana dirinya duduk sejajar dengan Megawati, Jokowi, KH. Ma’ruf Amin, Jusuf Kalla, Surya Paloh, dan tokoh-tokoh lainnya.

Ketum Ninja C. Suhadi (kedua dari kanan) bersama putri Bung Karno Sukmawati dan relawan pendukung Jokowi lainnya

Menanggapi hubungan yang semakin mesra tersebut, Ketua Umum Negeriku Indonesia Jaya (Ninja) C. Suhadi mengatakan, “Jika melihat suka atau tidak suka dalam suatu pertemuan yang memang digagas oleh siapapun itu sah-sah saja. Apalagi asa yang kita anut adalah musyawarah untuk mufakat sehingga saya anggap itu clear“.

Dia menambahkan, seandainya dengan merapatnya Prabowo ada pihak-pihak yang merasa tidak puas atau keberatan, wajar saja, tetapi itu tidak perlu dipermasalahkan.

“Bagi saya, yang terpenting dalam setiap pertemuan itu menghasilkan suatu gagasan untuk bangsa ke depannya,” kata Suhadi saat ditemui usai menjadi narasumber di Markas Gerakan Jaga Indonesia, beberapa hari kemarin.

Lebih jauh Suhadi mengatakan, jika ada yang tidak puas kemungkinan orang-orang tersebut merasa misinya tidak tercapai. “Saya anggap itu adalah hal yang wajar karena itu hanya masalah politik kekinian saja, jadi lupakan dan tidak perlu dihiraukan lagi,” lanjutnya.

Bahkan, lanjut Suhadi, bila Gerindra masuk ke dalam pemerintahan, sebagai relawan melihatnya merupakan hal yang positif, apalagi jika itu semua untuk kepentingan bangsa dan negara serta kokohnya Pancasila dan NKRI yang sifatnya harga mati.

Ditambahkan Politikus NasDem ini, untuk apa juga jika kita sekarang terus menerus keras sehingga menyebabkan keadaan terus menjadi tegang, malah justru membuat kerugian dimana kita tidak bisa melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya. Tapi dengan keadaan yang saat ini sudah mulai mencair, maka kita bisa melanjutkan kerja sehingga keadaan negara semakin baik dimana persatuan dan kesatuan tetap terjaga serta Pancasila tetap dipertahankan itulah yang paling penting untuk bangsa ini.

“Masalah kemarin antara Prabowo dengan Jokowi saat di pilpres itu hanyalah sebuah pertarungan politik. Begitu pertarungan selesai dan Jokowi dinyatakan menang, tidak perlu dimasalahkan lagi. Maka saya sepakat jika Prabowo merapat di pemerintahan untuk kebaikan bangsa dan negara,” pungkasnya. (RN)