Banjarbaru, innews.co.id – Di tengah gempuran peritel modern, Primer Koperasi Polisi (Primkoppol) Polres Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tampil kokoh bertahan. Koperasi yang berada di bawah naungan Polres Banjarbaru itu bahkan menjadi satu-satunya koperasi di wilayah itu yang mempunyai minimarket modern dengan nama Primart.

Menurut Ketua Primkoppol Polres Banjarbaru Bripka Eko Purnomo, koperasinya bergerak di bidang pelayanan konsumen dengan berbagai unit usaha salah satunya unit toko atau minimarket.

“Saat ini kami mengelola simpanan pokok dan wajib anggota sebesar Rp4,2 miliar untuk berbagai unit usaha yang berjalan saat ini,” katanya.

Ia mengakui bukan mudah untuk bisa mempertahankan koperasi khususnya Primart di era kompetisi yang sangat ketat. “Ini bentuk pelayanan koperasi kepada anggota sekaligus kepada masyarakat sekitar,” jelasnya.

Kepada anggotanya yang berjumlah 526 orang yang seluruhnya merupakan anggota kepolisian, koperasi memberikan fasilitas bayar tunda di Primart saat mereka berbelanja dan belum memiliki dana cukup. “Mereka akan bayar saat gajian,” katanya.

Primart dibuka pertama kali pada 2014 sementara koperasi itu sendiri telah terbentuk badan hukumnya sejak 10 Oktober 2003. Sebelumnya, Primart berbentuk waserda yang tampilannya belum semodern sekarang.

Penyewaan Toko

Primkoppol Polres Banjarbaru juga mengembangkan unit usaha simpan pinjam untuk anggotanya. Unit usaha simpan pinjam memberikan pinjaman dengan tenor selama 30 bulan dan besaran jasa 1 persen perbulan.

“Kami juga memiliki unit kemitraan dengan pihak ketiga berupa fasilitas pinjaman yang diberikan kepada anggota sampai Rp40 juta tenor 30 bulan kepada anggota yang mempunyai usaha,” kata Eko.

Primkoppol juga mengembangkan unit kredit barang untuk para anggotanya yang dananya terbatas tapi ingin memiliki barang kebutuhan elektronik seperti televisi, AC, HP, dan lain-lain.

Primkoppol yang sempat meraih penghargaan Koperasi Berprestasi Nasional untuk Jenis Konsumen pada 2014 itu juga mengembangkan unit penyewaan toko dan kios.

“Kami mendapatkan kepercayaan untuk menggunakan lahan milik kepolisian, kemudian koperasi membangun toko dan kios laku disewakan,” katanya.

Letaknya yang strategis di tepi Jalan A Yani mendorong, toko dan kios milik Primkoppol begitu diminati. Kini dari 15 bangunan yang ada seluruhnya telah terisi bahkan sudah menanti daftar tunggu atau antrian jika sewaktu-waktu ada tenant yang tidak memperpanjang sewa.

Koperasi pada kesempatan yang sama pun mengembangkan unit loket pembayaran listrik dan PDAM. “Layanan ini juga untuk masyarakat umum. Kelebihan untuk anggota mereka bisa bayar tunda,” katanya.

Pada 2017, dari berbagai unit usaha yang dijalankan, koperasi itu mampu meraih Rp380 juta dan pada tahun ini SHU diperkirakan bisa mencapai Rp420 juta.

Eko berharap koperasi yang dikelolanya mampu benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi anggota maupun masyarakat di sekitarnya

SHU 2017 380 jutaan. Target 2018 SHU bisa mencapai Rp420 juta. Saat perayaan hari koperasi nasional 2018, Primkoppol Polres Banjarbaru meraih koperasi sehat di wilayah tersebut.

Untuk operasional minimarket misalnya, koperasi itu mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. “Untuk minimarket kami menyerap 8 tenaga kerja,” katanya.

Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru, Kalsel, Ir. Hj. Isnawati MM mengatakan Primkoppol Polres Banjarbaru adalah salah satu aset koperasi berprestasi di wilayahnya.

Kehadiran koperasi ini menurut dia sudah lama mewarnai dunia perkoperasian Banjarbaru dan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara nyata.

Primkoppol juga dinilainya telah mampu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya sehingga pihaknya berharap konsistensi Primkoppol dapat direplikasi koperasi lain.

Pada akhirnya koperasi itu diharapkan mampu menyejahterakan anggotanya yakni para personal kepolisian sekaligus masyarakat di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya. (RN)