Profesor Soekirman (kiri) bersama DR. dr. Lucy Widasari., MSi

Jakarta, innews.co.id – Buku adalah jendela dunia. Dan, kegiatan membaca buku merupakan suatu cara untuk membuka jendela tersebut agar kita bisa mengetahui lebih tentang dunia yang belum diketahui sebelumnya.

Seperti yang dilakukan Profesor (Emiritus) Soekirman tokoh Ilmu Gizi di Indonesia yang dikenal begitu getol membaca buku. Dia meyakini dengan rajin membaca buku, dapat membantu mengubah masa depan, serta dapat meingkatkan kecerdasan dan kreatifitas, melatih keterampilan untuk berpikir kritis dan menganalisa, serta meningkatkan kualitas otak dalam proses mengingat.

Prof. Soekirman menyerahkan 4.300 bukunya kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Makassar

Menurut Profesor Soekirman, membangun bangsa tidak cukup hanya dengan ekonomi belaka. Untuk mencapai kesejahteraan, pembangunan bukan hanya membutuhkan asupan gizi yang baik, tapi juga pendidikan, yang merupakan kebutuhan sepanjang hayat.

“Setiap manusia membutuhkan pendidikan. Tanpa pendidikan, manusia akan mengalami kesulitan untuk berkembang,” ujar Profesor Soekirman dalam rilis yang diterima innews, Kamis (1/8/2019) pagi.

Profesor menambahkan, mutu pendidikan sangat ditentukan oleh penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Dengan demikian penyelenggaraan pendidikan di sekolah merupakan pilar penting dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas.

Bagi Prof. Soekirman, membaca buku merupakan suatu cara untuk membuka jendela tersebut agar kita bisa mengetahui lebih tentang dunia yang belum diketahui sebelumnya.

“Untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas haruslah memanfaatkan segala potensi yang dimilikinya, salah satunya adalah perpustakaan,” tambahnya.

Dalam Lokakarya Internalisasi Pendampingan Perguruan Tinggi (Universitas Hasanuddin) untuk menurunkan stunting di Kabupaten Banggai serta peluncuran pusat SDGs Universitas Hasanuddin Makassar, Selasa (1/8/2019), dan sebagai salah satu narasumber pada acara the 1st International Conference On Nutrition and Public Health pada 2-3 Agustus 2019, Profesor Soekirman menghibahkan 4.300 koleksi buku koleksi pribadinya kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Makassar.

Profesor Soekirman menyandang gelar Master of Professional Studies di bidang International Development (MPS-ID) tahun 1974 dan gelar PhD di bidang International Nutrition tahun 1983, keduanya dari Cornell University, Ithaca New York, Amerika Serikat.

Sebelumnya, Profesor Soekirman meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat di FKM UI Jakarta (1969) dan gelar BSc Gizi dari Akademi Gizi, Kementerian Kesehatan tahun 1960.

Sebelum pensiun sebagai pegawai negeri tahun 1996 di Bappenas, Profesor Soekirman menjabat sebagai Direktur Kesehatan dan Gizi, kemudian Deputi Bidang Sosial Budaya dan terakhir Deputi Sumber Daya Manusia.

Profesor Soekirman juga tercatat sebagai pendiri Yayasan Kegizian Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI), suatu yayasan berbadan hukum non-pemerintah, independen dan nirlaba yang memusatkan perhatian untuk membantu pemerintah lebih menyehatkan masyarakat, terutama masyarakat miskin, dengan memperbaiki gizinya melalui upaya Fortifikasi Pangan, suatu teknologi menambahkan vitamin dan mineral kedalam bahan pangan tertentu untuk meningkatkan nilai gizi makanan.

Saat ini Profesor Soekirman masih aktif dalam beberapa kegiatan akademis dengan menjadi dosen tamu, pembimbing karya tulis mahasiswa, dan penguji tamu untuk program doktoral.

Beberapa mahasiswa yang pernah diuji antara lain Dr. dr. Lucy Widasari, M.Si yang saat ini bekerja sebagai staf ahli Wakil Presiden pada bidang penanggulangan stunting dan Dr. Anang S Otoluwa.,MPPM., yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, dan banyak lainnya yang telah berkiprah di bidang gizi

Menurut Dr. dr.Lucy Widasari, Profesor Soekirman adalah salah satu tokoh gizi Indonesia yang telah memberikan contoh keteladanan dalam membudayakan membaca.

“Munculnya generasi cerdas dan berkualitas dari suatu negara atau bangsa dimulai dari kerinduan akan pengetahuan dan ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh dari kebiasaan gemar membaca,” kata Dr. dr.Lucy Widasari, M.Si. (RN)