Jakarta, innews.co.id – Pihak PT Bungasari Flour Mills Indonesia secara tegas menyatakan keberatan atas penutupan jalan Pelabuhan Raya Simpang Buaya, Simpang Raya, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan yang dilakukan oleh pihak yang tidak berwenang. Penutupan tersebut dinilai telah merugikan PT BFMI.

Oleh karena itu, secara khusus PT BFMI menyurati Polres Pelabuhan Belawan untuk bisa segera membuka akses jalan tersebut. Surat protes itu dilayangkan PT BFMI tertanggal 10 April 2018, sesuai dengan surat serupa yang diterima innews.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Budianto Direktur PT BFMI dikatakan, jalan yang ditutup tersebut merupakan satu-satunya jalan akses dari dan menuju lokasi tanah milik PT BFMI melalui Tol Belmera (Belawan-Medan-Tanjung Morawa).

Disampaikan pula bahwa dari hasil investigasi ditemukan bahwa masyarakat sekitar dan perusahaan yang menggunakan jalan akses tersebut tidak pernah keberatan. Pun selama ini tidak ada keberatan dari pihak manapun.

PT BFMI sendiri memiliki bidang tanah di Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan, Kota Belawan, Medan, yang akses masuknya dari jalan yang ditutup tersebut. Hingga saat ini Kapolres Pelabuhan Belawan belum memberikan keterangan resmi. (BT)