Jakarta, innews.co.id – Terbongkarnya kasus pembohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet (RS) mengundang komentar dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari penggiat sosial kemasyarakatan Putri Simorangkir.

Dihubungi di Jakarta, Jumat (5/10), Putri mengatakan, kasus RS sangat memalukan sekali. “Saya sebenarnya kurang suka melihat atau mencermati berbagai isu yang muncul dari kubu sebelah. Saya lebih suka bicara soal hal-hal yang berkaitan dengan Presiden pilihan saya, yakni 01,” ujarnya membuka perbincangan.

Akan tetapi, melihat ramainya kasus ini, Putri pun coba menelisik lebih jauh. Dari hasil analisisnya, ia melihat bahwa aroma rekayasa begitu kental di kasus RS. “Untuk apa RS berbohong ke anak-anaknya. Kalau operasi plastik, ya bilang saja. Apa dia malu,” tanya Putri merasa aneh.

Alasannya, sekarang ini sudah masanya kampanye capres-cawapres, jadi sangat mungkin kasus RS merupakan cara kotor untuk coba menjatuhkan pasangan 01. “Kalau benar RS dikeroyok, itu kan menjadi preseden buruk bagi pemerintahan Jokowi. Tapi untungnya ini sudah terbongkar. Sudah terbongkar saja, RS masih mau pergi ke Cile lagi,” tandas Putri.

Lebih jauh Ketua Umum Damai Nusantaraku (Dantara) yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan ini meminta, aparat bisa membongkar kasus ini. “Kalau memang ini rekayasa, bongkar semua pihak yang terlibat, siapa pun dia,” tegas Putri.

Sungguh sangat disayanngkan, kata Putri, ditengah situasi bangsa yang ditimpa bencana di Lombok, Palu, dan Donggala, muncul lagi kehobongan-kebohongan seperti ini. “Saya nggak ngerti apa sih motivasinya RS itu. Karena itu, gak aneh kalau banyak orang beranggapan bahwa ini rekayasa. Sengaja dimunculkan supaya kondisi bangsa semakin goyang. Tapi kita bersyukur, Presiden Jokowi tetap konsentrasi melakukan pembenahan di Lombok, Palu, dan Donggala. Saya kagum dengan Presiden Jokowi,” tukas Putri. 

Tidak itu saja, Putri juga menyerukan agar semua pihak tidak mudah terpancing dengan berita-berita yang beredar di berbagai media sosial. “Kita harus berhati-hati. Bukan tidak mungkin ke depan berita-berita bohong yang muncul akan semakin panas. Jangan langsung cepat menshare berita yang muncul ke pihak lainnya, tapi benar-benar disaring dulu,” imbuhnya. (RN)