Jakarta, innews.co.id – Bagi Ashoya Ratam, SH., M.Kn., hidup itu harus memiliki makna bagi banyak orang. Tak heran, ia senantiasa mengimplementasikan konsep berbagi.

Salah satu yang ia rajin lakukan adalah berbagi ilmu dengan banyak orang. “Sebenarnya saat berbagi ilmu, kita juga mendapat tambahan ilmu dari orang lain. Mungkin dari sisi pengalaman, atau hal lainnya dari orang tersebut,” kata Ashoya yang beberapa waktu lalu mengadakan Ngopi Sore didampingi Irma Devita di On Three, SCBD, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Ashoya bersama Irma membahas topik kekinian yakni, SABU dan OSS.

Ashoya menerangkan, SABU (Sistem Administrasi Badan Usaha), yaitu pendaftaran secara elektronik untuk CV, Firma dan Persekutuan Perdata. Dasar hukumnya PerMenKumHam Nomor 17 Tahun 2018.

Ada pun yang didaftarkan melalui SABU ini adalah pendaftaran akta pendirian, perubahan anggaran dasar maupun pembubarannya.

Apabila CV sudah lebih dahulu berdiri, wajib untuk mencatatkan dalam waktu satu tahun dengan batas waktu sampai dengan 1 Agustus 2019, gratis tanpa dikenakan biaya PNBP.

Sementara itu, OSS (Online Single Submission), yaitu sistem pelayanan perijinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

OSS ini, urai Ashoya, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyederhanakan sistem birokrasi dalam perizinan berusaha yang terdiri dari Ijin Usaha dan Ijin Komersial atau Operasional.

Sebagai dasar hukumnya adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 24 Tahun 2018, yang diundangkan pada 21 Juni 2018.

OSS ini wajib dilakukan oleh investor (pelaku usaha) baik yang berbentuk badan usaha (perseroan terbatas/PT, BUMN, BUMD, Yayasan, Koperasi, CV, Firma, Persekutuan Perdata) maupun perorangan (usaha kecil dan menengah/UKM).

Setelah pelaku usaha mendaftarkan dan mengajukan permohonan tersebut ke lembaga OSS, maka akan mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha) sebagai identitas pelaku usaha. NIB berlaku juga sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Angka Pengenal Importir (API) dan Hak Akses Kepabeanan.

Suasana semakin hangat di sesi tanya jawab. Para peserta antusias melayangkan pertanyaan-pertanyaan dan dijawab dengan taktis oleh Ashoya.

Pengabdian Ashoya dalam hal berbagi ilmu tidak akan pernah berhenti. Meski saat ini ia tengah mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni (Iluni) Fakultas Hukum Universitas Indonesia, namun komitmen dirinya untuk selalu berbagi ilmu akan terus dijalankan. (RN)