Jakarta, innews.co.id – Dalam nuansa kesederhanaan, namun meriah, Perayaan Imlek Nasional ke-20 Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) berjalan dengan lancar di Theater Garuda, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Rangkaian acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut dipusatkan di Kelenteng Kong Miao dan Theater Garuda. Ribuan umat Khonghucu dari berbagai daerah memadati tempat tersebut. Rasa sukacita menyelimuti para umat.

Dipadati ribuan umat, tampak para tokoh dan pejabat negara menghadiri Perayaan Imlek Nasional ke-20 dari Matakin di Theater Garuda, TMII, Minggu (10/2/2019)

Selain Pesta Rakyat dengan sajian berbagai kuliner dan musik, juga dilakukan sembahyang sekaligus mengangkat sejumlah rohaniwan Khonghucu, serta pelantikan pengurus Matakin Pusat yang periode ini dipimpin oleh Ws. Budi Santoso Tanuwibowo sebagai Ketua Umum Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat Matakin.

Sebelum Perayaan, dilakukan pelantikan Pengurus Pusat Matakin yang berjalan hikmat.

Ribuan umat Khonghucu yang berasal dari seluruh Indonesia memadati tempat acara Perayaan Imlek Nasional ke-20 dari Matakin di Theater Garuda, TMII, Jakarta, Minggu (10/2/2019)

Hadir pada Perayaan Imlek Nasional 2019 sejumlah pejabat negara dan tokoh di antaranya Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Jimly Assiddiqie (Mantan Ketua Mahkamah Kontitusi), Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani), para tokoh lintas agama, dan undangan lainnya.

Menteri Agama dalam sambutannya mengajak umat Khonghucu untuk mengambil peran lebih besar di tengah bangsa dan negara. Selain itu, meminta umat untuk tetap menjaga kondusifitas, di mana saat ini Indonesia tengah menghadapi tahun politik.

“Pemerintah terus berupaya menciptakan keadilan dan pemerataan di berbagai bidang. Hal ini tentu harapannya bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ini harus kita dukung bersama,” kata Menag.

Para Pengurus Pusat Matakin usai dilantik di Theater Garuda, TMII, Jakarta, Minggu (10/2/2019)

Sementara itu, Jimly Asshiddiqie menambahkan, keterbukaan yang telah dimiliki oleh umat Khonghucu hendaknya mendorong semua pihak untuk dapat lebih aktif dalam memberikan sumbangsih nyata bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Budi Santoso Tanuwibowo dalam keterangannya kepada awak media mengakui, pihaknya berharap Presiden RI Joko Widodo bisa hadir, namun hal tersebut tidak terealisasi.

Ws Budi Santoso Tanuwibowo Ketua Umum Dewan Kerohaniwan/Pengurus Pusat Matakin (kanan) bersama Js. Budi Sunario Ketua Harian usai diwawancarai di Kelenteng Kong Miao, TMII, Minggu (10/2/2019)

“Sejak disahkan oleh Gus Dur, tahun 2000, setiap Perayaan Imlek Nasional yang diadakan Matakin, pasti dihadiri oleh Presiden RI. Baru di era Pak Jokowi saja, yang dari awal hingga akhir pemerintahannya tidak pernah menghadiri Perayaan Imlek Nasional yang dilakukan Matakin,” jelas Budi.

Tahun ini, tema yang diusung adalah “Penimbunan kekayaan akan menimbulkan perpecahan diantara rakyat, tersebarnya kekayaan akan menyatukan rakyat”.

Suasana sembahyang sekaligus peneguhan jabatan pelayanan baru di Kelenteng Kong Miao, TMII, Jakarta (10/2/2019)

Acara yang berlangsung semarak ini menghadirkan sejumlah hiburan yang begitu memukau yang ditampilkan oleh Genta Swara Perkhin, Genta Rentak Persada yang membawakan Tari Piring, Genta Swara Mula yang menampilkan lagu Wo Men De Cheng Xin Zi dan Gong Xi Gong Xi, Candeza Dance dan Wushu Genta Suci, Martha dan GRP yang membawakan lagu Melati Suci, serta penampilan Tju Su Bio yang menjadi pamungkas dengan atraksi barongsai dan liongsai. (RN)