Jakarta, innews.co.id – Di usianya yang masih terbilang muda, ada satu visi mulia yang ia emban yakni, membaktikan hidup untuk kepentingan banyak orang.

Hal itu mengaura jelas dalam diri Regina Vianney Ayudya, S.Sos., di mana selama ini ia membangun bisnis produk kecantikan berlabel AVA yang berbasis home industry dan mempekerjakan wanita-wanita dari kalangan bawah di Bali.

Ia memulai bisnis tersebut sekitar tahun 2015 dan kini usahanya berkembang dan menjadi komoditi ekspor. “Justru dari awal produk-produk kecantikan berbahan alami ini orientasinya ekspor,” jelas Regina saat berbincang dengan innews, Senin (29/10).

Regina bersama Johan Budi

Ditengah usahanya yang terus meroket ini, Regina punya visi besar bagaimana membantu para perempuan di Jakarta untuk bisa hidup produktif. Visi ini ia utarakan seiring langkahnya untuk maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) untuk DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Ia menggunakan ‘perahu’ PDI-Perjuangan dan masuk dari daerah pemilihan DKI Jakarta 7 yang meliputi Setiabudi, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Cilandak, dan Pesanggrahan, nomor urut 6.

Wanita cantik sekaligus ibu dari dua putri ini menjelaskan, meski di Ibu Kota, faktanya masih banyak perempuan yang hidupnya tidak produktif. Padahal, bila diberdayakan, bukan saja produktif, namun Regina meyakini akan bermanfaat meringankan beban di keluarganya, terutama dalam hal ekonomi.

“Saya ingin membuat sentra-sentra industri bagi kaum perempuan di Jakarta,” ujarnya. Ia menyadari, masih banyak perempuan di Jakarta, khususnya di dapil DKI Jakarta 7, yang punya hasrat membantu perekonomian keluarga.

Saat ini, Regina gencar memberikan pelatihan-pelatihan kepada kaum perempuan di dapilnya. “Iya, saya mulai intens memberikan pelatihan karena saya mau memberi kail, bukan ikan kepada perempuan di Jakarta yang bisa dikembangkan sampai di kemudian hari,” tuturnya.

Insan mandiri

Membangun manusia Jakarta yang mandiri dan terbuka dengan perkembangan dunia digital, dengan kepemimpinan yang berorientasi pelayanan masyarakat, transparan, dan profesional, menjadi visi besar Regina dalam menapaki jalan menuju Kebon Sirih.

Sedang misinya adalah Mewujudkan kepemimpinan yang berorientasi pelayanan masyarakat dan bebas KKN; Meningkatkan kemandirian warga dalam bidang ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.

Selain itu, meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jakarta yang berdaya saing; dan mengembangkan budaya masyarakat Jakarta yang beralaskan nilai kepedulian sosial.

Sementara program yang akan ia jalankan termaktub pada 6 hal penting antara lain, Penyediaan lapangan pekerjaan di 5 kecamatan bekerjasama dengan UMKM, menjadikan pemukiman warga menengah ke bawah sebagai pusat industri kecil rumahan dengan menjadikan pekerja dengan penghasilan Rp75.000 per hari.

Juga pembangunan melalui revolusi dunia digital dengan bekerjasama beberapa start up guna membangun ekonomi kerakyatan.

Selanjutnya, pembangunan panti lansia untuk penduduk Jakarta Selatan yang akan dibiayai melalui dana APBD dan CSR perusahaan swasta.

Regina siap turun ke bawah

Program mulia lainnya adalah pembangunan pemukiman diperuntukan sebagai rumah singgah untuk pasien kanker anak yang telah menjadi anggota BPJS. Serta melakukan pembinaan terhadap UMKM dengan membukakan akses untuk membuka pasar ekspor guna menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing global.

Terakhir, membentuk sistem laporan kerja secara berkala kepada masyarakat yang berisi progres kerja, laporan penggunaan dana, baik APBD maupun dana CSR perusahaan swasta yang digunakan untuk merealisasikan seluruh program kerja.

Pastinya, Regina sudah berbuat lebih dulu kepada masyarakat–khususnya di daerah Bali. Kini, ia membawa visi mulianya ke tempat kelahirannya Jakarta. Tempat di mana ia dibesarkan dan mengenal karakteristik masyarakatnya.

Regina yang mengaku mengidolakan Presiden Joko widodo ini berharap, masyarakat Jakarta–khususnya DKI Jakarta 7 bisa memahami bahwa program yang ia tawarkan sifatnya berkesinambungan, terarah, dan produktif.

“Saya sadar betul, Tuhan memberikan hidup ini akan kita berguna bagi lebih banyak orang. Dengan begitu, akan terasa kemanfaatan hidup,” tukasnya. (RN)