Bupati Banggai Ir. H. Herwin Yatim, MM., Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo, Hj. Mina Ibal Malewa beserta Dr. dr. Lucy Widasari, M.Si., dan Dr. Brigita Puridawaty dari TP2AK Sekretariat Wakil Presiden RI dan Rektor Universitas Gunadarma Prof. Dr. ES. Margianti, SE., MM.

Banggai, innews.co.id – Membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi tanggung jawab semua pihak, tidak hanya memjadi tugas pemerintah semata. Memahami hal ini, Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo bersama istri Hj. Mina Ibal Malewa melalui Yayasan Labolo Education Centre mendirikan RKB Sekolah Alam Terpadu (SAT) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Mian Nu Lipuknyo di Tandalo Hills, Desa Molino, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Selatan.

Peresmian kedua sekolah dan aula tersebut dilaksanakan pada Kamis, (13/2/2020), yang dihadiri langsung oleh Bupati Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, MM.

Acara juga diisi dengan seminar yang menghadirkan narasumber Dr. dr. Lucy Widasari, MSi., Anggota Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) dari Sekretariat Wakil Presiden RI, serta DR. Brigita Puridawaty.

Pendiri SAT dan SLB sekaligus Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo, bersama Dewi Yull, Dr. dr. Lucy Widasari, M.Si, dan Dr. Brigidita Puridawaty

Dalam paparannya, Dr. Lucy menyampaikan materi mencegah stunting dalam siklus kehidupan untuk membangun SDM unggul. Dikatakannya, stunting atau kondisi gagal tumbuh kembang pada anak balita lebih diakibatkan karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

“Bukan semata stuntingnya yang menjadi masalah besar, yang terpenting proses terjadinya stunting bersamaan dengan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan organ diantaranya otak, hati, ginjal, pankreas,” kata Dr. Lucy.

Karena itu, Dr. Lucy berharap Pemerintah Kabupaten Banggai dapat memperjuangkan bersama generasi sehat Kabupaten Banggai sehingga dapat menjadi SDM unggul yang akan mengisi 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045, bertepatan saat bonus demografi untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara yang maju, makmur, dan sejahtera.

Dr. dr. Lucy Widasari, MSi., Anggota Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) dari Sekretariat Wakil Presiden RI, tengah menyampaikan pemaparan mengenai stunting

Sementara itu, DR. Brigita Puridawaty membawakan materi optimalisasi potensi tumbuh kembang anak dalam upaya pencegahan stunting.

Sejauh ini, upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Banggai menjadi prioritas utama dalam RPJMD Kabupaten Banggai 2016-2021. Ini sesuai dengan salah satu misi pemerintah Kabupaten Banggai yakni, meningkatkan kualitas SDM dan daya saing daerah.

Bupati Banggai tengah memberikan sambutan pada Peresmian SAT dan SLB yang didirikan oleh Yayasan Labolo Education Centre

Bicara stunting, menurut Herwin Yatim, sejauh ini Pemkab Banggai berkomitmen dalam upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting yang dilakukan dengan mewujudkan gagasan menjadi kenyataan dengan mengidentifikasi dan menentukan apa yang dibutuhkan, melakukan perencanaan, motivasi, dan komitmen serta dukungan penuh seluruh OPD, salah satunya dukungan dari Kwarcab Pramuka Kabupaten Banggai.

Bangun techno park

Rangkaian acara hari itu juga diisi dengan presentasi rencana pembuatan techno park serta kerjasama Pemda Kabupaten Banggai dengan Universitas Gunadarma, yang salah satunya penawaran beasiswa bagi mahasiswa/i S1-S2 dan S3 oleh Rektor Universitas Gunadarma Prof. Dr. ES. Margianti, SE., MM.

Pelantikan Pusdiklat Cabang Pramuka Peduli Stunting dan Dewan Kerja Kwarcab Banggai oleh Pembina Pramuka Kabupaten Banggai, Bapak H. Mustar Labolo

Turut mengisi acara artis Dewi Yull yang menyampaikan pola pengasuhan anak difabel. “Anak difabel atau anak berkebutuhan khusus memiliki pintu yang sama untuk dapat menempuh pendidikan di sekolah seperti anak-anak yang lain. Mereka tentu saja membutuhkan pendekatan sistem dan layanan pendidikan yang berbeda serta membutuhkan rancang bangun pendidikan yang tidak menghakimi kekurangan fisik, kognitif, maupun perilaku,” kata Dewi Yull.

Hal ini sejalan dengan sejumlah fasilitas di tempat pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Labolo Education Centre, pimpinan Hj. Mina Ibal Malewa.

Pelantikan Pusdiklat Cabang Pramuka Peduli Stunting dan Dewan Kerja Kwarcab Banggai oleh Pembina Pramuka Kabupaten Banggai, Bapak H. Mustar Labolo yang disaksikan oleh Tim dari Sekretariat Wakil Presiden RI

Tidak itu saja, kegiatan sehari penuh tersebut juga diisi dengan Pelantikan Pusdiklat Cabang Pramuka Peduli Stunting dan Dewan Kerja Kwarcab Banggai oleh Pembina Pramuka Kabupaten Banggai, Bapak H. Mustar Labolo yang disaksikan oleh Tim dari Sekretariat Wakil Presiden RI.

Acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini juga dihadiri oleh Ketua KKSS Sulawesi Tengah H. Tjabani, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Dr. dr. Anang S. Otoluwa, MPPM., serta kurang lebih 250 peserta, terdiri dari para pimpinan perangkat daerah dan jajarannya, para staf ahli dan asisten, para camat, sekretaris Kwarcab Kabupaten Banggai dan pengurus lainnya, anggota PGRI Kabupaten Banggai, peserta Jambore Indonesia Sehat, serta pelaksana program Puskesmas serta masyarakat pedalaman suku terasing di wilayah Kabupaten Banggai.

Sehari sebelumnya Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) Sekretariat Wakil Presiden RI berkunjung ke Desa Jayabakti di Kecamatan Pagimana, Luwuk Timur. Tim berdiskusi dengan Camat Pagimana Sumitro dan Kepala Desa Jayabakti Andi.

Para pengurus dan anggota Kwarcab Banggai bersama Pembina Pramuka Kabupaten Banggai, Bapak H. Mustar Labolo serta Tim dari Sekretariat Wakil Presiden RI

Desa Jayabakti merupakan desa terpadat di Kabupaten Banggai dengan jumlah balita stunting yang tinggi. Tim TP2AK Sekretariat Wakil Presiden RI melihat langsung kehidupan masyarakat Suku Bajo di Desa Jayabakti yang hidup sesuai kondisi keturunan, harus hidup di dekat laut dan memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.

Kunjungan Tim TP2AK Sekretariat Wakil Presiden RI ke rumah keluarga balita stunting di Desa Jayabakti Kecamatan Pagimana, Luwuk Timur

Tim juga sempat berdialog dengan keluarga yang memiliki balita stunting, menggali permasalahan utama yang ada serta menjajagi kemungkinan tindak lanjutnya.

Dari serangkaian lawatannya, Dr. Lucy Widasari yang topik disertasinya pada tahun 2018 lalu, mengangkat masalah stunting menyatakan komitmen Pemda Banggai dalam mewujudkan generasi emas sudah selayaknya dapat menjadi contoh bagi kabupaten lain di Indonesia. (RN)