Oleh: Catur Susanto

Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan.

Data bisa berujud suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep (Sayogo, 2019).

Data sangat memegang peranan strategis dalam pembangunan, mengingat dengan data yang tersedia dan tersaji secara berkala dapat memberikan gambaran aktual tentang kondisi terkini, gambaran waktu sebelumnya, dan sebagai dasar untuk memprediksi situasi yang akan datang.

Data sebagai salah satu sumber informasi, sudah merupakan kebutuhan vital bagi semua kalangan baik formal maupun non formal, terutama untuk melakukan prediksi terhadap kondisi yang akan datang.

Salah satu fenomena yang muncul adalah penyajian data yang bersifat kuantitatif akan semakin meningkatkan wibawa dibanding penyajian data secara kualitatif. Selain itu, proses untuk mendapatkan data yang berkualitas sangat diperlukan melalui komunikasi dan interaksi intensif antara penyedia data dan pengguna data.

Untuk mendukung kondisi perstatistikan yang baik antara lain, statistik yang mumpuni, dalam hal ini kualitas sumber daya manusia harus baik dan mempunyai integritas dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal. Dana dan biaya pun dibutuhkan dalam mendukung kegiatan perstatistikan, baik dalam skala nasional maupun regional.

Bahwa semakin besar kesadaran penggunaan data, tuntutan kebutuhan terhadap data yang dipublikasi akan mendorong, kualitas kecepatan peyajian data yang baik, akurat, valid dan up to date.

Data dan Informasi sangat dibutuhkan oleh suatu lembaga untuk dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi sebagai akibat dari adanya perubahan yang sedemikian cepat dan kompleks.

Penyusunan dokumen perencanaan daerah sangat membutuhkan data dan informasi yang valid, akurat, dan up to date. Ketersediaan Data dan Informasi yang valid, akurat, dan terkini ini memerlukan suatu sistem yang dibangun bersama.

Alasan dibutuhkannya suatu data adalah untuk mengetahui apakah ada persoalan atau tidak serta untuk memecahkan persoalan yang sudah ada atau baru muncul. Dan yang perlu diperhatikan data harus obyektif, yaitu harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya supaya informasi lebih dapat dipercaya atau benar, tepat waktu, tidak kadaluwarsa dan relevan dengan kebutuhan. Dengan demikian dapat menyusun perencanaan pembangunan dengan tepat, sesuai dengan kebutuhan, bukan sesuai dengan keinginan.

Pada dasarnya data berhubungan dengan berbagai aspek kehidupan manusia. Namun, penggunaan istilah data lebih banyak dipakai di bidang teknologi informasi dan juga kegiatan penelitian. Mengacu pada definisi data di atas (Arikunto, 2006), adapun fungsi data adalah sebagai berikut :

1. Data dapat berfungsi sebagai acuan dalam mengambil suatu keputusan dalam pemecahan masalah.

2. Data bisa dijadikan sebagai pedoman atau dasar suatu penelitian atau perencanaan.

3. Data dapat berfungsi sebagai acuan dalam implementasi suatu kegiatan.

4. Data berfungsi sebagai dasar untuk melakukan evaluasi terhadap suatu kegiatan.

Pada era informasi, keterkaitan setiap aktivitas terhadap informasi sangat tinggi, sementara di sisi lain setiap detik informasi terus mengalir dari berbagai sumber.

Bagian Data, Biro Perencanaan sebagai suatu bagian yang berperan dan bertanggung jawab dalam menghasilkan informasi untuk masyarakat dan negara serta berusaha untuk mengkompilasi berbagai informasi sebagai suatu sumber daya yang penting dan sinergis bagi pengembangan Koperasi dan UMKM itu sendiri dan pembangunan nasional.

Biro Perencanaan yang berada di bawah Unit Sekretariat Kementerian Koperasi dan UKM, memiliki tanggung jawab di dalam penyediaan data dan informasi Koperasi dan UMKM, yang meliputi Database Koperasi dan UMKM. Informasi Koperasi dan UMKM menyangkut segala potensi sumber daya dan karakteristiknya, merupakan kebutuhan penting dasar pemanfaatan dengan pengelolaan yang terintegrasi. Hal ini sangat disadari mengingat dengan meningkatnya laju pembangunan, pemanfaatan sumber daya perairan darat juga semakin intensif.

Pada pihak lain, dengan adanya otonomi daerah dan berbagai kepentingan sektoral, serta munculnya berbagai permasalahan, diperlukan suatu koordinasi pemanfaatan data Koperasi dan UMKM yang mana sangat dibutuhkan informasi yang akurat.

Data dan informasi tentang Koperasi dan UMKM di Indonesia yang didukung basis data diharapkan dapat memenuhi kebutuhan reverensi yang menyeluruh bagi pemerintah, penentu kebijakan, swasta, industri, peneliti maupun perorangan. Dengan demikian data dan informasi tersebut dapat meningkatkan apresiasi dan kepedulian serta kesadaran terhadap pentingnya eksistensi Koperasi dan UMKM, yang mana dapat berperan serta dalam mendorong terwujudnya pengelolaan sumber daya Koperasi dan UMKM secara bijaksana.

Pada saat ini, data dan informasi Koperasi dan UMKM yang tersedia masih terbatas, ketersediaan data yang kurang timely, sehingga terkadang perencanaan dilakukan dengan menggunakan data yang tidak update. Manajemen data yang kurang diintegrasikan sehingga banyak data terpisah-pisah meski berada dalam satu instansi serta khususnya data UMKM tersebar di berbagai instansi dan bersifat sektoral sehingga belum dapat dijangkau masyarakat dalam lingkup yang lebih luas.

Tantangan ketersediaan data, kurangnya kualitas data, belum teridentifikasinya ketersediaan data untuk perencanaan dan kinerja di setiap bidang di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM dan masing-masing SKPD Provinsi/D.I., Belum teridentifikasinya ketersediaan data di level kabupaten/kota, belum tersedianya data terpilah sesuai dengan acuan pemerintah pusat dan kesadaran pemangku kepentingan tentang urgensi data dan system informasi dalam pengambilan keputusan.

Untuk itu, perlu suatu sarana yang dapat mendukung terbentuknya jaringan dan kerja sama antar-institusi sehingga dapat meningkatkan peran data dan informasi dalam pengelolaan sumber daya UMKM.

Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan penyempurnaan untuk mensinergikan penataan data dan informasi UMKM dari berbagai lembaga dan stakeholders. Lebih lanjut, marilah kita selalu berupaya menyelaraskan pembangunan setiap sektor dengan menggunakan data, informasi dan hasil penelitian semaksimal mungkin, agar sumber daya alam dan keuangan kita yang terbatas dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya secara efektif dan efisien.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Tom Alweendo, Menteri Perencanaan Ekonomi Namibia, yang menyatakan bahwa development planning is about coming up with well-researched and well-reasoned plans that prioritise and synchronise activities, given the scare resources at our disposal (Perencanaan pembangunan harus lahir melalui rencana yang didasarkan pada hasil penelitian yang masuk akal, dengan demikian kita tidak menyia-nyiakan sumber daya alam dan keuangan kita yang terbatas ini). (www.npc.gov.na).

“Bapak Presiden dalam arahan juga terus mendorong pengembangan Satu Data. Pengambilan kebijakan untuk pembangunan harus akurat sesuai data. Sekarang, realitas berjalan 2 kali lebih cepat dari kebijakan, sehingga akurasi data untuk dasar perumusan kebijakan selanjutnya wajib dilakukan”.

Proses perencanaan memerlukan kapasitas data dan statistik yang baik. Oleh karena itu, ketersediaan data dan statistik yang handal merupakan salah satu kunci keberhasilan perencanaan. Data dan statistik yang berkualitas merupakan rujukan bagi upaya perumusan kebijakan dalam: a). menyusun perencanaan; b). melakukan pemantauan/ monitoring, dan c). mengevaluasi program terkait sasaran yang telah ditetapkan.

Targetnya, tujuan pembangunan bidang Koperasi dan UMKM, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat, dapat dicapai dengan efektif.

* Catur Susanto, Kepala Bagian Data Kementerian Koperasi dan UKM