Jakarta, innews.co.id – Revolusi industri 4.0 yang saat ini tengah gencar-gencarnya didengungkan pemerintah diperkirakan akan menghapus 50 persen jenis pekerjaan yang ada sekarang. Namun, di sisi lain akan menumbuhkan 65% jenis pekerjaan baru.

Menurut Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker Bambang Satrio, revolusi industri 4.0 malah menciptakan peluang kerja baru. “Tidak usah terlalu khawatir. Revolusi industri 4.0 bukan hanya membuat pekerjaan sekarang hilang, tapi menciptakan jenis pekerjaan baru yang saat ini belum ada,” kata Bambang dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Kominfo, Senin (16/4).

Ia mencontohkan profesi tukang las di industri 4.0 akan hilang. Namun, akan timbul kebutuhan jenis pekerjaan yang baru. Pelaku industri, lanjutnya, perlu juga merumuskan jenis pekerjaan baru yang dibutuhkan dalam industri 4.0.

“Nanti akan disiapkan seperti apa keterampilan yang dibutuhkan. Dan itu dilakukan dalam pendidikan vokasi,” jelasnya.

Setiap tahun, pemerintah bersama kalangan swasta bisa melakukan pelatihan kepada 2,5 juta orang. Sehingga akan siap dengan kebutuhan industri. (RN)