Jakarta, innews.co.id – Hatinya galau melihat banyak anak muda yang kurang care terhadap dunia politik. Padahal, sebagai generasi penerus bangsa, harusnya anak-anak muda justru terjun langsung dalam dunia politik guna menciptakan iklim politik yang ‘sehat’ serta lebih bermartabat.

Keterpanggilannya terjun dalam dunia politik salah satunya adalah bagaimana menjadikan politik, bukan semata alat kekuasaan, tapi juga wadah pelayanan bagi masyarakat luas.

Itulah sosok Richard Nayoan, pria kelahiran 9 Agustus 1991, yang memutuskan terjun dalam dunia politik dengan menjadi bakal calon legislatif di DKI Jakarta untuk Pemilu Legislatif 2019 nanti. Ditemui di Restaurant Angke, Kelapa Gading, Jakarta, beberapa waktu lalu, Richard banyak bertutur tentang pandangannya sebagai anak muda terhadap dunia politik.

Richard Nayoan kerap tampil di kalangan anak muda

Saat ini, menurut Richard, dunia anak muda banyak diwarnai dengan berbagai hal negatif, mulai dari narkoba, pergaulan bebas, tawuran, begal, dan sebagainya. Namun Richard berkeyakinan masih ada anak muda yang punya perhatian pada banyak sisi positif, salah satunya berpolitik.

“Pemilu 2019 merupakan kesempatan bagi anak muda untuk unjuk kebolehan bahwa sekalipun masih muda, tapi sudah diperhitungkan,” ujarnya.

Lebih dari itu, anak muda adalah tiang bangsa yang akan menopang bangsa ini ke depannya. Justru anak pertama dari 5 bersaudara pasangan Vicky Nayoan dan Youke Gerungan ini merasa senang bila semakin banyak anak muda yang care terhadap dunia politik.

“Di tahun 2019, anak muda harus siap berkompetisi. Gunakan politik akal sehat,” imbuh Sekretaris Jenderal Pionir ini lugas.

Tanggung jawab

Menurutnya, anak muda punya tanggung jawab besar terhadap masa depan bangsa. “Jangan berpikir bahwa anak muda hanya bersenang-senang,” ujar Kepala Divisi Program Bakornas GMDM ini.

Richard Nayoan bersama Jefry Tambayong Ketua Bakornas GMDM

Bagi Richard yang akan menggunakan Partai Nasdem sebagai kendaraan politiknya, ada 3 kriteria yang harus dimiliki anak muda zaman now. Pertama, harus berpikir kritis, di mana siap mengkritisi pemerintah secara objektif. Kedua, mampu memberikan solusi, salah satunya dengan masuk dalam dunia perpolitikan agar bisa melakukan perubahan. Ketiga, harus mau melayani dengan turun langsung ke bawah.

Lebih jauh Richard mengatakan, tidak ada yang salah dengan politik. Kalau pun ada kekeliruan itu oknum yang bisa diperbaiki. Oleh karena itu, anak muda perlu juga masuk dalam dunia politik.

Selama ini dalam dunia politik harus diakui, anak muda hanya dimanfaatkan sebagai peserta upacara, bukan pelaksana.

Richard Nayoan memberi motivasi

“Kita harus menjadi anak muda sebagai pelaksana upacara, bukan sekadar peserta saja,” tutur Richard yang sejauh ini diplot di Dapil 5 Jakarta Timur. 

“Pemuda punya power untuk merubah bangsa ini dengan segala idealisme, pemikiran yang inovatif dan kreatif. Ini tentu sangat berguna bagi kemajuan bangsa ini ke depan. Karena itu parpol harus membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda untuk ikut terjun dalam dunia politik,” tandasnya.

Menjaga Pancasila

Keputusan terjun dalam dunia politik merupakan kerinduannya untuk bisa mengisi masa muda dengan berbagai hal berguna, khususnya bagi bangsa dan negara. “Saya punya kerinduan untuk membangun negeri ini,” ucapnya lirih.

Richard Nayoan memberi pelatihan

Selain itu, ia merasa punya tanggung jawab menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan filosofi kehidupan bersama. Juga memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita ketahui bersama bahwa belakangan ini banyak isu bahwa Pancasila terancam. Itu artinya, ada embrio perpecahan yang harus dientaskan,” tukasnya seraya menambahkan bahwa politik adalah bentuk pelayanan.

Richard Nayoan siap menjaga Pancasila dan NKRI

Dilahirkan ditengah keluarga yang sederhana di Manado, masa kecil dilalui Richard sudah dengan perjuangan. Mulai dari berjualan koran dan batako. Sampai saat SMA ia sempat menjadi tukang ojek. Namun, semua itu dijalani dengan penuh sukacita serta keyakinan bahwa suatu hari kelak hidupnya akan berubah. 

Saat ini, perjuangan baru memasuki babak awal. Namun, niat tulus Richard patut diapresiasi sebagai bentuk perhatian besar generasi muda terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. (RN)