Jakarta, innews.co.id – Partai Gerindra membuat terobosan bagi penyandang disabilitas dengan merilis Buku Paradoks Indonesia edisi braille bagi tunanetra.

“Gerindra mendorong Indonesia untuk dapat berdiri sejajar dengan negara maju dimana infrastruktur dan kebijakannya ramah terhadap disabilitas. Buku ini bentuk totalitas Gerindra mendukung penyandang disabilitas dari aspek pendidikan politik,” ujar anggota Komisi VIII DPR RI Rahayu Saraswati, dalam rilisnya, (17/11).

Rahayu mengakui Indonesia masih jauh tertinggal dalam mendorong persamaan hak terhadap penyandang disabilitas.

Infrastruktur gedung pemerintahan dan swasta dinilainya, belum ramah dengan penyandang disabilitas.

Ia juga menilai alokasi kewajiban satu persen pekerja disabilitas oleh pemerintah dan dua persen oleh swasta sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas belum berjalan maksimal.

Kemudian minimnya ketersediaan alat bantu bagi disabilitas di ruang-ruang publik dan pusat keramaian.

“Kursi roda listrik, toilet disabled, petunjuk informasi dengan braille, jalur kuning dan portable ramp masih minim ada di mal, gedung pemerintahan dan swasta,” ujarnya.

Politisi partai Gerindra ini menambahkan pengadaan buku braille juga bagian dari pendidikan politik tentang pemikiran-pemikiran Prabowo Subianto untuk Indonesia.

Ia berharap para tunanetra dapat melihat secara utuh kedalaman berpikir Prabowo Subianto untuk membawa Indonesia sebagai negara besar di masa mendatang.

“Penyandang tunanetra diajak memahami dari sisi literasi tentang pemikiran-pemikiran Prabowo untuk Indonesia. Buku ini juga mengajak mereka berpikir, mengkaji dan menganalisa persoalan yang dijabarkan di dalamnya,” tambahnya.

Seperti diketahui, Gerindra menjadi satu-satunya fraksi di DPR RI yang mengusung Rancangan Undang Undang Penyandang Disabilitas. UU itu akhirnya disahkan tahun 2016.

Namun sangat disayangkan, UU tersebut hingga saat ini belum diikuti dengan aturan hukum dibawahnya yakni Peraturan Pemerintah sebagai peraturan pelaksanaannya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Disabilitas Indonesia DKI Jakarta, Eka Setiawan menyambut baik langkah tim Prabowo-Sandi membantu para disabilitas penyandang tunanetra dengan meluncurkan buku ini.

Eka mengatakan penyandang tunanetra akan mendapat informasi yang sama dengan mereka yang bukan mengenai pandangan Prabowo Subianto tentang Indonesia.

“Buku ini bukti kepedulian Prabowo-Sandi terhadap kaum difabel dan menunjukkan jiwa kepemimpinan yang peduli terhadap pendidikan rakyatnya tanpa melihat latar belakang,” kata Eka di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya 35, Jakarta Selatan, Jumat, (16/11). (RN)