Jakarta, innews.co.id – Tidak bisa dipungkiri, derasnya perbedaan pilihan pada Pipres 2019 telah membawa bangsa ke tepi jurang perpecahan. Merajut kembali persatuan bangsa, sejatinya dimulai di level atas. Salah satu caranya adalah dengan musyawarah dan mufakat.

Lepas dari kemenangan Paslon 01, namun rajutan perdamaian harus digalang dengan kubu 02, bukan mengedepankan egosentris yang bisa berdampak pada pengkotak-kotakan ditengah masyarakat.

Menurut pengamat sosial politik Robertho Manurung, rajutan perdamaian harus melibatkan kedua belah pihak. “Yang bermasalah kan Pilpres, maka perdamaian pun harus beraroma Pilpres,” kata Robertho.

Karena itu, Robertho menilai ‘hadiah’ 2 kursi menteri atau Ketua MPR kepada Gerindra tidak pas karena tidak senafas dengan Pilpres.

“Kalau letak persoalannya di Pilpres, maka penyelesaiannya pun harus mengacu pada Pilpres,” tandasnya.

Lebih jauh Tokoh Nasional Pemuda yang pernah aktif di KNPI dan KOSGORO Jawa Tengah ini melontarkan gagasan 3 model koalisi beraroma Pilpres yakni, koalisi partai politik–bisa saja Presidennya Jokowi, Wapresnya Zulkifli Hasan (Ketua MPR). Lalu koalisi politik Pilpres (Jokowi sebagai Presiden dan Sandiaga Uno sebagai Wapres). Dan, koalisi genetika (Jokowi tetap sebagai Presiden, Wapres dipilih Titiek Soeharto). Namun, kecenderungannya adalah koalisi genetika politik.

“Kalau Titiek Soeharto sebagai Wapres, sudah tentu Prabowo pun secara langsung terlibat dan mendukung pemerintahan. Ini tentu menguntungkan,” ujar Robertho.

Dengan tampilnya Titiek sebagai Wapres, lanjut dia, tentu akan memuluskan langkah Jokowi untuk mengeksplor seluruh potensi bangsa dan memaksimalkannya.

Robertho berkeyakinan hal tersebut dapat terwujud dan ada keyakinan bahwa K.H. Ma’ruf Amin akan dapat menerima kondisi itu demi kepentingan bangsa dan negara.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada K.H. Ma’ruf Amin, namun sebagai tokoh agama, beliau akan ditempatkan sebagai suluh bangsa dan tokoh pemersatu. Saya yakin Pak Ma’ruf akan legowo menerima karena beliau adalah tokoh bangsa,” cetus Robertho.

Bila koalisi genetika ini terjadi, Robertho berkeyakinan masyarakat dan kedua kubu (01 dan 02) akan dapat menerima. Sebab, sudah menjadi rahasia umum bahwa Titiek Soeharto pun selama ini dikenal dekat dengan Megawati Soekarnoputri.

“Kalau koalisi itu terjadi, maka semua pertikaian yang terjadi akibat Pilpres akan usai dan tercipta harmoni kebangsaan,” pungkas Robertho. (RN)