Jakarta, innews.co.id – Selama ini masyarakat kerap merasa gentar melihat seragam loreng yang dikenakan beberapa organisasi masyarakat (Ormas). Saatnya merrkatkan ormas dengan seragam yang humanis.

Penegasan ini disampaikan Robertho Manurung Kepala Ideologi Wawasan Kebangsaan (Idewasbang) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Timur dalam sebuah perbincangan di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Menurutnya, seragam berciri loreng merupakan kreasi dari Kesbangpol di era Orde Baru. Hal serupa juga terjadi dengan aparatur sipil negara (ASN) dulu yang berseragam hijau, namun kini sudah bergeser.

“Dulu, memang beberapa ormas diidentikkan dengan militer, mengenakan seragam loreng. Namun, kini hal tersebut rasanya sudah tidak tepat lagi,” kata Robertho.

Sekarang, ormas harusnya mengenakan seragam yang humanis, sehingga ada kesan dekat dan rekat dengan masyarakat. Misal, mengenakan seragam dengan simbol Burung Garuda atau Pancasila.

“Selain itu, harusnya ormas-ormas diarahkan untuk dapat memberikan pembekalan terhadap masyarakat mengenai wawasan kebangsaan, bela negara, dan tema-tema yang berorientasi merekatkan masyarakat,” tambah Robertho yang juga dikenal sebagai Tokoh Nasional Pemuda, yang berkiprah aktif di KNPI dan KOSGORO Jawa Tengah ini.

Robertho mencontohkan dalam kaitan merubah paradigma ormas, bisa saja diarahkan, misal, Pemuda Pancasila melakukan kegiatan sosialisasi ideologi Pancasila, FKPPI melakukan kegiatan Bela Negara serta Laskar Merah Putih (LMP) diaktifkan melaksanakan program didaerah perbatasan wilayah dengan provinsi lain.

Dengan berpenampilan humanis, Robertho yakin, masyarakat tidak lagi alergi ketika berhadapan dengan ormas.

“Kesuksesan ormas mencerminkan pemberdayaan dan pergerakan masyarakat dalam pembangunan,” kata Robertho. (RN)