IWAPI tunjukkan kepedulian sosial dengan memberi bantuan demi bangkitnya UMKM di Palu, Donggala, dan Sigi pasca dilanda gempa

Palu, innews.co.id – Tidak berlebihan bila dikatakan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) telah memberi andil besar dalam pemulihan kondisi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, yang tahun lalu dilanda gempa dahsyat.

Jika tahun lalu, saat terjadi gempa, rombongan IWAPI datang memberi bantuan kepada masyarakat luas, kini mereka datang guna memberi bantuan kepada sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar bisnisnya bisa bangkit kembali.

Bantun IWAPI secara simbolik diberikan di Rumah Dinas Wakil Walikota Palu, Kamis (29/8/2019)

Rombongan IWAPI yang dipimpin langsung oleh Hj. Susi Andrianis, S.Sos., S.Psi., M.M,
Wakil Ketua Umum II yang membawahi Bidang Kebendaharaan, Sosial, dan CSR kembali menyambangi Palu dan Donggala, Kamis (29/8/2019). Turut serta dalam rombongan Vivi Susanti SE., M.M., Ketua Komtap Kebendaharaan, Anita Rumagit Sinyal, S.Sos., SH., Ketua Komtap Sosial, Ir. Hermawati, S.Pd., Wakil Komtap Sosial, Siti Satianah. C., Anggota Bidang Sosial, yang juga didampingi oleh Hj. Fifi Fairuz Maskati, M.M., Ketua IWAPI DPD Sulteng.

Rombongan diterima oleh Wakil Walikota, Palu Sigit Purnomo atau juga dikenal dengan Pasha Ungu. Pemberian bantuan juga dilaksanakan di rumah dinas Wakil Walikota Palu.

Dalam keterangan resminya kepada innews, Kamis (29/8/2019), Hj. Susi Andrianis mengatakan, “Kami tahu kejadian gempa lebih kurang satu tahun lalu, tepatnya 28 September 2019 masih menyisakan trauma mendalam bagi warga Kota Palu, Kabupaten Donggala, serta Sigi Sulawesi Tengah. Karena itu, kehadiran kami kali ini untuk memberi bantuan, khususnya bagi para UMKM agar bisa bangkit kembali, khususnya dari segi perekonomian”.

Para pelaku UMKM hadir pada pemberian bantuan dari IWAPI

“Kami, mewakili Ketua Umum, Ibu Nita Yudhi dan atas nama Keluarga Besar IWAPI menyampaikan rasa prihatin yang sangat besar dan dalam atas kejadian di beberapa tempat setahun silam. Semoga Allah tetap selalu berikan kekuatan dan semangat kepada keluarga korban gempa, khususnya dan masyarakat di Sulteng pada umumnya,” ujar Susi Andrianis.

Susi menambahkan, Alhamdulillah, kami dari Tim Sosial DPP IWAPI membawa amanah dari teman-teman IWAPI, baik DPP maupun DPD seluruh Indonesia dan menyampaikan rasa kepedulian kami dengan memberikan kepada para UMKM yang menjadi korban bencana, baik berupa barang sesuai dengan usahanya serta dukungan bantuan tambahan modal usaha dana tunai. “Yang diberikan bukan saja anggota IWAPI, namun juga kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Palu,” tambah Susi.

Tidak berhenti sampai disitu, IWAPI bekerjasama dengan KPPA akan melakukan tinjau lanjutan dengan pemberian pelatihan bagi para UMKM yang rencananya akan diadakan pada 16-18 September 2019.

Sementara itu, Sigit Purnomo menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan uluran tangan dari IWAPI, baik dari pusat maupun dari para donatur DPD seluruh Indonesia.

Rombongan IWAPI berfoto bersama Wakil Walikota, Palu Sigit Purnomo atau juga dikenal dengan Pasha Ungu

“Besar harapan kami, IWAPI bisa turut bekerjasama dalam pemulihan kedepannya, terhadap para korban bencana, bukan saja pemberian sesaat, tapi ada yang bersifat berkelanjutan,” seru Sigit.

Diterangkan pula, perbaikan kondisi lebih cepat terjadi di Palu, karena masyarakatnya lebih bersemangat dibanding lokasi lain. Sigit juga menyampaikan bahwa saat ini masih ada 40.000 jiwa yang masih tinggal di Untaran. Kiranya hal ini dapat segera teratasi.

Pada kesempatan itu IWAPI menyalurkan bantuan sesuai bidang usahanya, seperti untuk jenis usaha matering, diberikan bantuan berupa magic com besar, panci, dan kelengkapannya.

Lanjut Susi menerangkan, untuk jenis usaha pembuatan kue diberikan bantuan berupa oven, mixer, dan blender. Sementara itu, bagi usaha pengolahan ikan diberikan bantuan berupa panci presto dan gilingan daging. Sedangkan untuk jenis usaha gorengan diberikan kompor dan penggorengan.

Selanjutnya untuk usaha olahan minuman segar daun kelor dan sejenisnya diberikan cup sealer. Untuk usaha laundry, butik, dan sejenisnya dibantu dengan setrika uap/steamer dan meja setrikaan.

Untuk jenis usaha salon juga diberikan bantuan berupa koper make-up dan perlengkapannya. Sementara untuk warung kelontong dan tukang buah diberikan kulkas.

“Total sebanyak 74 UMKM yang dibantu dari berbagai jenis usaha, termasuk bengkel, petani, peternak, kerajinan tangan, penjahit, perkebunan, dan kios pulsa.

Harapannya, kata Susi, para UMKM bisa kembali bangkit, melupakan tragedi yang sudah berlalu dan bersama-sama menyongsong harapan yang ada didepan. “Kami ingin Palu, Donggala, dan Sigi bisa bangkit kembali,” tukas Susi. (RN)