Samosir, innews.co.id – Kabupaten Samosir sukses menurunkan angka kemiskinan sebesar 6,40 persen di 2019. Penurunan tersebut merupakan yang terendah sejak tahun 2010 dan tercepat ketiga diantara kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara.

Capaian gemilang ini disampaikan oleh Rapidin Simbolon Bupati Samosir kepada innews, Rabu (8/1/2020) dalam pesan singkatnya.

Disampaikan pula, perolehan besaran pendapatan asli daerah (PAD) selama 5 tahun terakhir (2015-2019), mengalami peningkatan mencapai 71 persen. Ini merupakan data dari Dinas Pendapatan Kabupaten Samosir.

“Demikian juga angka kemiskinan turun menjadi 12.52 persen,” jelas Rapidin.

Ia berharap, dengan penurunan ini, Samosir lebih baik di masa yang akan datang.

Disampaikan pula, garis kemiskinan Kabupaten Samosir pada 2019, sebesar Rp 315.825 per kapita per bulan, meningkat 5,40 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, peningkatan tersebut masih dibawah rata-rata provinsi sebesar 6,92 persen.

Untuk Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indek Keparahan Kemiskinan (P2), masing-masing menunjukkan kondisi membaik, dimana P1 yang tadinya 1,70 pada Maret 2018, turun menjadi 1,63 di Maret 2019. Sedangkan P2, turun dari 0,35 (2018), menjadi 0,34 di Maret 2019.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung, SH., MM., mengapresiasi capaian Kabupaten Samosir dalam menurunkan angka kemiskinan.

“DPP KMDT mengapresiasi kinerja Pemda Kabupaten Samosir. Semoga di 2020 lebih maju agar program Jokowi mengenai Percepatan Wisata Danau Toba Era Jokowi yang juga menjadi salah satu juga misi DPP KMDT dapat terwujud,” tukas Edison. (RN)