Jakarta, innews.co.id – Berbagi keberkahan di bulan nan suci, tidak saja membahagiakan orang lain, tapi juga merupakan tabungan akhirat.

Pemahaman ini begitu mengaura dalam diri para Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PP IPPAT). Sekitar 1.000 anak yatim dari berbagai wilayah diundang untuk menghadiri buka bersama PP IPPAT bersama para Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah di Auditorium BPSDM Kemendagri, Jakarta, Sabtu (25/5/2019).

Banjir hadiah sepeda mewarnai Buka Puasa Bersama PP IPPAT dengan anak yatim di Aula BPSDM Kemendagri, Jakarta, Sabtu (25/5/2019)

Sejak sore hari, sejumlah bis yang membawa para anak yatim telah memasuki area parkir BPSDM. Anak-anak dari berbagai rentang usia tampak begitu bahagia, turun dari bis memasuki aula yang disambut dengan penuh keramahan oleh para pengurus IPPAT.

Mereka yang hadir berasal dari 12 yayasan dan lembaga yakni, Yayasan Tajdidul Iman Pancoran, Rumah Anak Yatim Bogor Reno, Asrama Yatim Mizan Amanah, Yayasan Membangun Bersama Indonesia (Yamesta Bekasi), Anak Yatim Ustad Nazlan Zein dan Ustad Hafiz, Bina Umat Yatim dan Dhuafa, Anak Yatim Jombang Rawalele, Yayasan Sububul Ihsan, Yayasan Irma, Yayasan Husnul Khatimah, Pesantren NU Waad AFKN Bekasi, dan Yayasan Instagim Mampang.

Penghargaan dari panitia dan PP IPPAT kepada para Pengwil dan Pengda yang hadir pada Buka Bersama di Aula BPSDM Kemendagri, Jakarta, Sabtu (25/5/2019)

Jelang waktu berbuka, diisi dengan berbagai games berhadiah. Anak-anak tampak begitu bersemangat mengikuti aneka games. Mereka yang menang dihadiahi sepeda keren.

Siraman rohani berupa tausiyah disampaikan Ustad Abie Tsabit dengan penuh keceriaan. Para panitia, pengurus IPPAT, dan undangan lainnya tampak duduk lesehan di panggung. Di baris undangan, tampak Sekum INI periode 2016-2019, perwakilan dari Kementerian BPN/ATR, Bank BTN, dan lainnya.

Para pengurus dan tamu undangan duduk bersama di panggung

Suasana tertib mewarnai acara makan bersama. Para anak yatim begitu teratur mengambil makanan yang disiapkan oleh panitia.

Usai makan diisi dengan pemberian santunan yang berjalan dengan tertib. Setiap anak mendapat tas sekolah lengkap dengan peralatan, keperluan mandi, ragam makanan kecil, serta amplop.

Julius Purnawan, SE., MSi., Ketua Umum PP IPPAT memberikan sambutan

Kepada innews usai acara, Julius Purnawan, SE., MSi., Ketua Umum PP IPPAT mengatakan, “Kita bersyukur rangkaian acara ini bisa berjalan dengan baik. Ini sebagai bukti kerja keras rekan-rekan panitia selama sekitar 2 minggu”.

Dijelaskan pula, mengingat keterbatasan ruangan, maka yang dihadirkan adalah 500 anak yatim. “Nanti sisanya santunan akan diberikan langsung ke tempatnya masing-masing,” ujar Julius.

Wajah-wajah sukacita anak-anak yatim saat menghadiri buka bersama dan santunan 1.000 anak yatim yang diadakan oleh PP IPPAT di Auditorium BPSDM Kemendagri, Jakarta, Sabtu (25/5/2019)

Lebih jauh Julius mengatakan, ini adalah salah satu bentuk kepedulian organisasi kepada masyarakat luas.

Kedepan, kata Julius, selain menjadi agenda rutin, juga jumlah pesertanya akan ditambah. “Prospeknya kedepan jumlah anak yatim yang akan disantuni akan kita lipat 2 atau 3 kali,” ujarnya bangga.

Suasana pembagian santunan dan goody bag yang berlangsung tertib dan lancar

Dikatakannya, ini sebagai bentuk kepedulian PPAT di seluruh Indonesia. “Santunan ini juga akan kita sampaikan ke sebuah pesantren yang hancur akibat banjir bandang di Sentani, Papua. Kami akan kirimkan bantuan ke Pengwil IPPAT di sana,” jelas Julius.

Ditanya soal makna Ramadhan sendiri, Julius mengatakan, spiritnya kita mau ada suatu muhasabah yakni, introspeksi, merenung, dan menilai diri sendiri dalam keterlibatan di organisasi. Harapannya tentu dalam kerangka organisasi bisa sama-sama memberikan yang terbaik.

Jajaran PP IPPAT, Pengwil, Pengda, dan anggota yang penuh keakraban

“Cobalah berpikir yang baik. Karena kalau semua melakukan hal yang sama, maka organisasi akan jauh lebih baik lagi,” ujar Julius.

Dia menambahkan, di bulan suci ini, kita mau sama-sama mengasah hati kita masing-masing dan memahami bahwa organisasi di atas segalanya. “Jangan kita berpikir untuk pribadi, mari sama-sama kita bangun organisasi yang kita cintai ini,” seru Julius menggugah semua PPAT. (RN)