Para pembicara bersama ILUNI FHUI berfoto bersama usai Sarasehan di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta, Selasa (15/10/2019)

Jakarta, innews.co.id – Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat berpikir untuk mengurangi pemakaian barang-barang berbahan plastik. Faktanya, telah terjadi penumpukan sampah plastik di laut yang akan sangat membahayakan bukan saja manusia yang mengonsumsi ikan-ikan laut, tapi juga mengancam kehidupan biota-biota laut.

Urgensi penanganan ancaman sampah plastik laut menjadi tema sentral dalam Sarasehan Ikatan Alumni (ILUNI) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) yang diadakan di Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Para pembicara dan moderator berfoto bersama Ketua Umum ILUNI FHUI (paling kanan)

Tampil sejumlah pembicara yang mengkritisi kian membengkaknya sampah plastik di laut diantaranya, Ir. Nilanto Perbowo, M.Sc., Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Lukas Adhyakso Laksono Direktur Konservasi WWF Indonesia, Edmon Makarim Dekan Fakultas Hukum UI, Daniel Ginting Praktisi Hukum, dan Tiza Mafira Associate Director at Climate Policy Initiative, serta dimoderatori oleh Mas Achmad Santosa.

Menurut Tirza, penggunaan plastik di Indonesia sudah masuk pada tingkat yang membahayakan. Kalau tidak segera ditangani, masyarakat Indonesia bisa mengalami berbagai penyakit lantaran mengonsumsi ikan yang sudah terpapar plastik.

Sementara itu Edmon Makarim mengatakan di lingkungan Kampus UI sendiri saat ini tengah digalakkan budaya nirplastik. Dalam hal ini FHUI yang digagas oleh ILUNI FHUI terus mengimbau agar mahasiswa menggunakan tumbler sebagai tempat minum dan bisa diisi ulang di kampus.

Suasana Sarasehan yang digagas oleh ILUNI FHUI di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta, Selasa (15/10/2019)

Di sisi lain, Daniel Ginting menyerukan agar memperkuat dari sisi peraturan sehingga pemakaian plastik bisa lebih diminimalisir. Hal ini diaminkan oleh Ir. Nilanto Perbowo yang menjelaskan, KKP terus menyuarakan agar pemakaian plastik bisa ditekan karena membahayakan biota laut.

Di tempat yang sama Ashoya Ratam, SH., M.Kn., Ketua Umum ILUNI FHUI mengharapkan gaung nirplastik bisa kian bergema di seluruh Nusantara. Dengan begitu, ujarnya, generasi anak-cucu bisa hidup sehat.

Hal senada dikatakan August Hamonangan Pasaribu Anggota DPRD DKI Jakarta yang ditemui di tempat acara. Dia mengatakan, pemakaian plastik seminimal mungkin harus menjadi perhatian bersama. “Kita harus memikirkan generasi yang akan datang. Jangan sampai karena ulah kita sekarang akan membahayakan generasi mendatang,” tukasnya. (RN)