Kantor BKKBN

Jakarta, innews.co.id – Sejalan dengan program Nawa Cita yang dicetuskan Presiden Joko Widodo di awal kepemimpinannya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) fokus membangun kualitas hidup masyarakat pedesaan lebih optimal.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan pembangunan Kampung KB. Program ini tidak hanya fokus memberikan pemahaman kesehatan reproduksi dan pembatasan kelahiran, tapi juga meningkatkan kualitas kehidupan dari segi sosial, kesehatan, dan ekonomi.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sigit Priohutomo dalam sambutannya di temu ilmiah bertema kesehatan reproduksi untuk keluarga terencana menuju Indonesia sejahtera di Gedung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta, Senin (8/10), “Nawa Cita Presiden menyebut membangun dari daerah pinggir. Kami pun ikut membangun dengan pendekatan keluarga di pedesaan. Bukan hanya soal membatasi kelahiran tetapi juga bagaimana masyarakat nantinya bisa mengasuh anak dengan baik, menjaga kesehatan serta meningkat kehidupan ekonominya”.

Diyakini jika sukses, Program Kampung KB bisa menahan laju urbanisasi yang saat ini masih sering terjadi. Urbanisasi, lanjut Sigit, cukup merugikan bagi pedesaan karena keluarnya generasi produktif yang memiliki kreativitas untuk peegi ke kota. Dampaknya, desa tidak bisa dibangun optimal.

“Untuk itu, jadi tantangan kita juga bagaimana memberi edukasi kepada masyarakat agar bisa membangun desa. Sehingga, yang tadinya sudah pergi ke kota bisa kembali atau minimal yang tadinya berniat keluar desa bisa ditahan dan justru membangun desa,” tukasnya.

Di sisi lain program Kampung KB juga tidak lupa pada prioritasnya yakni membatasi kelahiran. Membatasi kelahiran memang menjadi hak tiap warga. Namun, lanjut Sigit, pemerintah tetap wajib memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi serta bagaimana mendapat generasi yang berkualitas.

“Kita katakan kepada masyarakat bagaimana mendapat anak bukan hanya sehat tetapi juga nanti menjadi generasi berkualitas melalui pengasuhan yang baik, pendidikan yang baik. Masyarakat saat ini sudah mulai menyadari hal tersebut. Karena sudah ada kesadaran bahwa anak yang lebih sedikit tentunya perhatian dan biaya pendidikan akan bisa lebih dioptimalkan,” jelasnya. (IN)