Banjarmasin, innews.co.id – Pencegahan penyalahgunaan narkoba dirasa kian krusial. Ini lantaran kini, tidak ada satu pun provinsi yang terbebas dari narkoba. Karena itu, penolakan pada tawaran pertama menjadi kunci lepas dari jerat narkoba.

Hal ini menjadi salah satu kesimpulan dari sarasehan bertema “Keluarga Sehat, ABG Zaman Now Anti Galau” yang diadakan di Aula Sasana Sehati, Paroki Katedral Keluarga Kudus, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurut psikolog Sherly Limantara, penyalahgunaan narkoba menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, misal penyakit paru, kanker, HIV/AIDS, dan gangguan mental. Kondisi ini bisa terjadi pada orang dewasa, remaja, dan anak-anak.

“Begitu ditawari untuk pertama kali, harus langsung ditolak. Kalau sudah mau di awal, pasti akan mau terus sehingga terjadi ketergantungan dan bahkan overdosis,” kata Sherly.

Sementara itu, Iskandar Adam Kepala Seksi Pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel mengajak semua pihak melakukan pencegahan primer, yakni menyasar anak-anak sekolah yang belum menggunakan narkoba dan sejenisnya. “Kepada anak-anak harus didoktrin bahwa narkoba itu jahat, merusak secara sosial, hukum, dan psikis, serta kesehatan. Mereka yang belum terkena narkoba harus diselamatkan,” seru Iskandar. (RN)