(ki-ka) Jon Sinaga, SH., MH., Sekretaris Seknas Jokowi, Monisyah, S.Sos., Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengkajian Informasi Pembangunan Bangsa (LPIPB), dan Ust. H.M. Rizal Maulana Ketua Seknas Dakwah Jokowi DKI Jakarta di Plaza Indonesia, Jakarta, Jum'at (11/10/2019) kemarin

Jakarta, innews.co.id – Gerakan radikalisme kian mengkhawatirkan. Mereka sudah terang-terangan melakukan aksi terbuka di muka umum. Apa yang dialami Menkopolhukam Wiranto saat kunjungan ke Pandeglang, Banten, beberapa waktu lalu menjadi sinyal radikalisme semakin mengancam negeri ini.

Paparan ini disampaikan 3 anak bangsa yang begitu care terhadap berbagai persoalan bangsa yakni, Monisyah, S.Sos., Sekretaris Eksekutif Lembaga Pengkajian Informasi Pembangunan Bangsa (LPIPB), Ust. H.M. Rizal Maulana Ketua Seknas Dakwah Jokowi DKI Jakarta, dan Jon Sinaga, SH., MH., Sekretaris Seknas Jokowi Jabodetabek di Plaza Indonesia, Jakarta, Jum’at (11/10/2019) kemarin.

Menurut Monisyah, aksi kekerasan yang menimpa pejabat tinggi negara memberi gambaran bahwa kelompok-kelompok radikalisme masih begitu subur di negeri ini.

“Kami 3 anak bangsa mengutuk tindakan biadab dan radikalisme yang mengarah pada perbuatan teroris yang menyerang keamanan dan keselamatan pejabat tinggi negara,” ujar Monisyah dengan nada meninggi.

Kata Monisyah, sangat disesalkan aksi brutal ini. Apalagi, kejadiannya jelang pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI. Sedih dan marah melihat fenomena terjadi jelang pelantikan ini.

Hal senada dikatakan Jon Sinaga. Menurutnya, tindakan ini menjadi warning agar pengamanan kepada pejabat tinggi negara lebih ditingkatkan. “Sebagai anak bangsa kita punya tanggungjawab bersama untuk ikut memerangi hal tersebut,” ujarnya. Jelas, ini sangat mengganggu stabilitas bangsa.

Sementara itu, Ust. H.M. Rizal Maulana, menandaskan, itu bentuk teror dan harus diambil tindakan tegas. “Kami minta aparat keamanan memgusut tuntas masalah ini dan menemukan siapa aktor dibalik kejadian penusukan Wiranto itu,” pintanya.

“Kami seribu ulama dalam Seknas Dakwah Jokowi sangat mengecam dan mengutuk sangat keras kejadian ini. Allah SWT tidak akan pernah rela melihat umatnya menyakiti satu umat lainnya, menyakiti satu dengan yang lain,” tuturnya.

Bicara soal pelantikan Presiden-Wapres, Monisyah yakin aparat harus lebih ditingkatkan sehingga kalau ada hal-hal mencurigakan bisa langsung dieliminir. “Aparat keamanan harus sigap mengambil tindakan tegas kepada siapapun yang ingin menganggu pelantikan Presiden-Wapres terpilih,” tukasnya.

Tidak itu saja, Monisyah, Rizal, dan Jon sepakat mengajak seluruh elemen anak bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kelompok-kelompok radikalisme. “Mari bersama kita mengawal dan mensukseskan pelantikan Presiden-Wapres. Semua harus memahami bahwa Jokowi-Ma’rif telah dipilih secara demokratis dan dikuatkan oleh keputusan Mahkamah Konstitusi (MK),” urai Monisyah.

Sementara itu, kepada seluruh musuh politik dan musuh bangsa yang coba mengganggu, Monisyah mengingatkan yang dilawan itu bukan hanya hukum bangsa, tapi juga hukum Tuhan. (RN)