Lantunan doa para pemimpin umat dari berbagai denominasi gereja, di Grha Oikumene, Senin (27/1/2020)

Jakarta, innews.co.id – Umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja diserukan untuk tetap selalu berdoa. Sebab, doa menjadi kekuatan yang sanggup merubah segala hal.

Ini merupakan pesan yang tersirat dari Pekan Doa Sedunia (PDS) yang diadakan di Grha Oikoumene, Jakarta, Senin (27/1/2020). Ibadah yang menghadirkan umat lintas denominasi ini berjalan dengan khidmat.

Defile para pemimpin Kristiani di acara Pekan Doa Sedunia di Grha Oikumene, Jakarta, Senin (27/1/2020)

Materi yang digunakan tahun ini berasal dari Gereja-Gereja Kristen di Malta, yang merayakan perayan terdamparnya kapal Rasul Paulus, yang memandani sekaligus mensyukuri datangnya Kekristenan di kepulauan ini. Malta, sebuah pulau di Lautan Mediterania, menerima iman Kristen melalui upaya Rasul Paulus setelah kapal yang ditumpangi olehnya menuju Roma kandas di sana.

Dalam kotbahnya, Pdt. Ronny Mandang menegaskan, perjalanan ke-Kristenan dalam sejarah tidak selalu menyenangkan. Orang-orang Kristen kerap dianiaya. Meski di tengah kondisi itu, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa. Berdoa adalah satu kesempatan untuk mendekat kepada Tuhan.

Umat yang mengikuti PDS, salah satunya rombongan dari Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT)

“Lewat doa, otoritas dan karya Kristus tidak akan pernah gagal. Seperti ketika Yesus mengirim para misionaris ke Malta, meski harus diterpa badai namun ada maksud Tuhan di dalamnya. Sebab itu, teruslah berdoa. Dengan doa kita akan melihat kasihNya, begitu juga bagi Indonesia yang juga bagian dari lawatan dan karya Allah dalam PDS ini,” tandas Ketua Umum PGLII Pusat ini. (RN)