Jakarta, innews.co.id – Pesan damai menjadi keniscayaan bagi negeri ini, terutama di tahun politik sekarang. Hal ini hendaknya didengungkan oleh berbagai komponen bangsa.

Seperti yang dilakukan Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) dalam merayakan ulang tahunnya ke-70 yang jatuh pada 31 Oktober.

Pesan perdamaian dari GPIB akan disampaikan dalam Konser Damai yang akan diadakan pada 9 November 2018 di Balai Sarbini.

Sejumlah artis lintas agama akan hadir seperti Dewi Gita, Once, Eka Deli, Ruth Sahanaya, Angel Pieterz, serta sejumlah tari-tarian mulai dari Aceh sampai Papua. Juga akan ditampilkan Paduan Suara dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Menurut Pendeta Kariso Rumambi Ketua Umum Sinode GPIB, yang tertuang dalam rilisnya, usia 70 tahun adalah sesuatu yang istimewa bagi GPIB karena seluruh warganya mensyukuri perjalanan panjang menggereja di Indonesia.

“Kami tetap berjalan pada visi besar GPIB yakni ingin menjadi gereja yang menghadirkan damai sejahtera Allah bagi segala makhluk ciptaan-Nya,” kata Kariso Rumambi dalam jumpa pers di GPIB Immanuel, Jakarta, Rabu (7/11).

Selain konser, juga diadakan seminar yang menurut Pendeta Margie Ririhena-de Wanna Koodinator Seminar, berguna mempertajam pemahaman warga GPIB tentang pentingnya membangun spiritualitas damai dari dalam dirinya yang berbasiskan nilai-nilai ke-Kristenan dan kearifan lokal. Turut hadir sebagai pembicara pada seminar ini Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Tema yang diusung dalam acara ini adalah “Membangun Spiritualitas Damai yang Menciptakan Pendamai” dan subtema GPIB Damai Untuk Indonesia Damai.

GPIB adalah salah satu organisasi gereja protestan di Indonesia yang berdiri sejak 1948, tersebar di 26 provinsi di Indonesia dengan 323 jemaat. Sebaran wilayah pelayanan GPIB sampai ke pedalaman, termasuk di daerah-daerah perbatasan. (RN)