Jakarta, innews.co.id – Kehadirannya menjadi perpanjangan tangan dari Presiden Joko Widodo, sebagai petahana yang akan kembali bertarung pada Pemilihan Presiden 2019 nanti.

Sekretariat Nasional Jokowi merupakan organ relawan yang dibentuk sebagai bukti kecintaan warga bangsa terhadap Jokowi. Organ ini bersifat independen, tidak berada di bawah bendera partai manapun.

Hal ini ditegaskan Monisyah, S.Sos., Ketua Umum Setnas Jokowi saat ditemui di bilangan Tebet, Jakarta, Selasa (23/10).

Menurutnya, Setnas Jokowi siap memenangkan paslon Jokowi-Ma’ruf di wilayah Jabodetabek yang selama ini dikenal sebagai basis massa dari partai oposisi.

“Sebagia relawan, kami punya strategi untuk secara intens turun ke masyarakat. Dalam waktu tidak lama lagi, kami sudah membentuk kepengurusan sampai ke tingkat RT/RW,” ujar Monisyah.

Diakuinya, khusus di Jakarta Selatan dan Timur, selama ini banyak dikuasai oleh kubu sebelah. “Ini harus direbut. Intinya, Jokowi harus menang di dua tempat itu. Kami berkomitmen untuk hal tersebut” ucapnya berapi-api.

Sebagai relawan, tambahnya, yang kami lakukan adalah kerja kerja dan kerja untuk mengambil hati masyarakat.

Ditambahkannya, untuk menarik hati masyarakat, Setnas Jokowi tidak mau terjebak pada politik uang, melainkan menggunakan komponen-komponen yang ada seperti Majlis Dzikir, Majlis Dakwah, Persekutuan Doa Kristen-Katolik, serta komunitas milenial.

Rencananya, pada Desember 2019 ini, Setnas Jokowi akan mendeclare kan diri di Tugu Proklamasj. Diperkirakan lebih dari 5.000 orang selaku pengurus akan menghadiri acara tersebut.

Setnas Jokowi didirikan pada awal 2014, oleh Monisyah, Ustad Mulyadi, Sere Tambunan, Jon Sinaga, dan lainnya.

Monisyah menolak bila dikatakan Relawan Jokowi hanya sebatas hura-hura saja. “Sudah banyak karya nyata yang Setnas Jokowi lakukan, seperti sunatan massal, membantu masyarakat mengurus akta tanah, dan lainnya,” jelasnya.

Menyikapi banyaknya hoaks yang mendera Jokowi, Monisyah menjelaskan, kami terus mensosialisasikan agar masyarakat tidak mudah terpancing.

“Kalau memang ada pesan beruntun yang tidak benar, akan kami lawan. Karena tidak bisa dibiarkan juga. Berbohong itu melanggar hukum agama dan hukum negara,” tukasnya.

Setnas Jokowi dikenal sebagai organ relawan yang punya kapabilitas serta manajemen yang rapih dari tingkat atas sampai ke bawah. (RN)