Jakarta, innews.co.id – Sidang gugatan Kongres VII Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) yang diadakan di PN Jakarta Barat, Rabu (20/2/2019), harus ditunda sampai 2 minggu ke depan lantaran ketidakhadiran sejumlah tergugat. Salah satunya adalah Julius Purnawan (JP) sebagai Tergugat X.

Pihak penggugat melalui juru bicaranya Tagor Simanjuntak menyesalkan ketidakhadiran Julius Purnawan cs pada persidangan yang mengagendakan revisi gugatan tersebut.

“Saya dengar dalam perbincangan di TVNotaris, JP bilang siap menghadapi semua gugatan. Faktanya, sidang saja tidak hadir. Omdo (omong doang) aja dia. Omongannya gak bisa dipegang,” ujar Tagor kesal.

Akibat ketidakhadiran sejumlah tergugat, majelis hakim menunda sidang hingga 2 minggu ke depan.

Ketika ditanya apabila dalam sidang selanjutnya JP cs juga tidak hadir, menurut Tagor, mereka akan ditinggalkan dan sidang jalan terus.

Saat didesak apakah JP cs akan kehilangan hak hukumnya bila tidak hadir dalam persidangan selanjutnya, Tagor mengatakan, “Kehilangan hak hukum sih tidak. Hanya kemungkinan akan mendapat teguran saja dari Majelis Hakim agar serius dalam berperkara”.

Dalam keterangannya di TVNotaris yang dipublikasikan pada 15 Februari 2019 lalu itu, JP yang didampingi Dr. Irwan Santosa meminta penggugat mencabut gugatannya terlebih dahulu baru diadakan dialog dengan pihaknya. Alasannya, supaya sama kedudukannya.

“Gugatan ditiadakan dulu, baru kita dialog. Tapi nampaknya pihak penggugat lebih memilih jalur hukum dalam menyelesaikan masalah ini,” kata JP.

Ketika coba dihubungi perihal ketidakhadirannya di persidangan, hingga berita ini dirilis, JP belum menjawab pesan singkat yang dikirimkan. (RN)