Malaka, innews.co.id – Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja) bersama Kementerian Koperasi dan UKM melaksanakan sinergi kegiatan dalam rangka memberdayakan masyarakat melalui penumbuhan dan pengembangan koperasi, usaha mikro dan kecil di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejalan program Nawa Cita untuk membangun dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa, meningkatkan produktivitas rakyat, serta mewujudkan kemandirian ekonomi, maka OASE bekera sama dengan Kemenkop UKM, untuk memajukan Malaka ini sebagai daerah perbatasan langsung dengan negara Timor Timur, melalui pemberdayaan KUMKM.

Anggota OASE, Bintang Puspayoga mengatakan, sinergi program kedua belah pihak ini merupakan momentum yang baik, yang diharapkan dapat mewujudkan sinergi antar-koperasi maupun UMKM dan terbentuknya jaringan usaha antar-koperasi dan UMKM maupun antar-koperasi.

“Melalui jaringan usaha ini akan memperkuat posisi tawar koperasi maupun UMKM, sehingga koperasi kuat masyarakat sejahtera,” kata Bintang Puspayoga saat memberikan sambutan pembukaan acara di Malaka, NTT, Selasa (18/9).

Ke depan, OASE tetap menggandeng Kemenkop UKM serta instansi lain untuk membantu masyarakat di Malaka agar mampu memanfaatkan potensi daerah yang dimiliki. Kementerian akan memberikan kegiatan pelatihan, baik pelatihan perkoperasian maupun pelatihan keterampilan teknis vokational.

“Pelatihan perkoperasian kita harapkan koperasi sebagai badan usaha dapat menjadi rumah bagi para pengrajin makanan maupun tenun untuk membantu dalam mengembangkan dan mengelola usaha anggota, maka koperasi harus dikelola dengan baik,” ujar Bintang.

Demikian juga bantuan pelatihan ketrampilan teknis pewarnaan alami untuk produk tenun para pengrajin di Malaka. Dengan pelatihan ini pengrajin diharapkan dapat memanfaatkan batang maupun dedaunan yang menghasilkan berbagai macam warna, bukan lagi pewarnaan dengan menggunakan sintetis yang lambat laun akan merusak lingkungan alam.

“Untuk pelatihan olahan makanan, kami berharap para peserta mempunyai keterampilan dalam mengolah hasil bumi menjadi banyak produk turunan kuliner yang dapat dijadikan camilan dan menjadi industri rumah tangga. Ini akan memberikan dampak ekonomi bagi keluarga,” papar istri Menkop UKM Puspayoga itu.
 
Kemenkop UKM juga akan memberikan fasilitas untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional di Desa Alas Selatan. “Kami berharap pasar ini untuk dioptimalkan pemanfaatannya bagi para ibu-ibu untuk memenuhi kebutuhan dalam berbelanja,” tukasnya.
 
OASE merupakan organisasi yang dibentuk untuk mendukung dan berperan dalam mensukseskan program Kabinet Kerja, sesuai kapasitas sebagai pendamping Menteri Kabinet Kerja. Organisasi ini sebagai wadah jejaring komunikasi dan koordinasi, sehingga memudahkan seluruh anggotanya untuk secara bersama-sama melakukan serangkaian aktivitas yang berguna bagi masyarakat luas.

Program kerja OASE menitikberatkan pada pengembangan kapasitas warga, membantu membuka akses warga untuk pemenuhan kebutuhannya, serta melakukan apresiasi positif bagi usaha-usaha yang telah dilakukan untuk mendukung perubahan Indonesia lebih positif, dan berkemajuan. (RN)