Jakarta, innews.co id – Gugatan keputusan Kongres ke-VII Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) di Makassar 2018 silam, nampaknya akan berujung pada keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (28/1/2020) besok.

Gugatan yang telah bergulir lebih dari satu tahun di pengadilan bakal diputus oleh majelis hakim didasarkan berbagai pertimbangan dari rangkaian proses yang telah dijalankan, mulai dari pemeriksaan pihak-pihak tergugat, saksi ahli, sampai mediasi.

Sejatinya, pengadilan memutuskan pada awal 2020, namun ditunda hingga besok (28/1/2020).

Pihak penggugat sudah ancang-ancang untuk hadir dalam sidang putusan tersebut. Hal ini dibenarkan Oscar Fredyan, dalam pesan singkatnya membenarkan, kehadiran rekan-rekan penggugat esok untuk menghadiri persidangan.

Mereka meyakini putusan pengadilan akan memenangkan penggugat. “Pengurus Pusat IPPAT pasca putusan PN Jakbar akan menuju sifat dan karakter yang suci, bersih, jujur, objektif, bertanggung jawab, dan semua langkahnya sesuai hukum (AD/ART dan hukum) yang berkeadilan dengan tujuan memberikan perlindungan bagi semua PPAT di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Julius Purnawan Ketua Umum PP IPPAT hasil Kongres VII yang menjadi salah satu tergugat dengan singkat berujar, “Doa terus…”

Di sisi lain, Priyatno Parker, Sekretaris Umum PP IPPAT mengakui tidak ada persiapan khusus jelang sidang putusan. “Tidak ada persiapan khusus apapun, hanya hadir, mendengar keputusan pengadilan saja,” ujarnya.

Salah seorang penggugat yang enggan disebutkan namanya mengutarakan, logikanya penggugat menang, karena sejauh ini pihak yang bermasalah terbukti mau berdamai. “Bahkan, PP IPPAT periode lalu yang menjadi penyelenggara Kongres di Makassar saja mau berdamai dengan penggugat, begitu juga para turut tergugat sudah berdamai. Hanya segelintir saja yang gak mau berdamai. Majelis hakim tentu mempertimbangkan hal tersebut. Ya, kita lihat saja putusannya nanti,” ujarnya. (RN)