Jakarta, innews.co.id – Pemeriksaan terhadap Nelty Khairiyah (NK), Guru Agama Islam di SMA N 87 terus dilakukan. Pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta secara khusus sudah memanggil guru tersebut.

Dalam keterangannya, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ari Budiman mengatakan, guru SMAN 87 Jakarta Nelty Khairiyah yang diduga telah memberi doktrin anti Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para siswanya, bukan guru honorer. Status NK adalah pegawai negeri sipil (PNS).

“Dia PNS, mengajar agama Islam. PNS di SMA Negeri 87,” terang Ari di Jakarta, Jumat (12/10). Saat ini, tambah Ari, Inspektorat DKI Jakarta sedang memeriksa yang bersangkutan. Sejauh ini, belum terbukti melakukan doktrin terhadap siswa untuk anti terhadap Jokowi. Namun jika terbukti, Ari mengatakan Inspektorat akan menjatuhkan sanksi. Sanksi paling berat adalah pemberhentian sebagai PNS.

“Tapi ini kan belum tahu karena prosesnya belum dilihat terbukti atau tidaknya. Makanya saya belum berani sampaikan seperti apa sanksinya, kita harus tunggu,” ujar Ari.

Saat ini, NK telah non-aktif sebagai guru di SMA Negeri 87. Ari mengatakan non-aktif bukan berarti NK diberhentikan dari profesinya. “Hanya sementara saja tidak diaktifkan sambil menunggu proses konfirmasi dari Inspektorat,” kata dia.

Kasus ini bermula dari keluhan seorang orangtua murid yang viral di media sosial. Orangtua itu mengeluhkan, anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan NK lalu ditunjukkan video tentang gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Kepada para siswa NK mengatakan, korban gempa dan tsunami di Sulawsi Tengah banyak karena ulah Jokowi. (RN)