Edison Manurung Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (kedua dari kanan) dalam sebuah Perayaan Natal di Wamena, Papua

Jakarta, innews.co.id – Keputusan maskapai penerbangan Garuda Indonesia akan menghentikan layanan operasional rute Soekarno Hatta-Silangit (p/p) mulai 13 Januari 2019, menuai kritik tajam dari Edison Manurung, SE., MH., Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT).

Lewat pesan singkatnya kepada innews, Selasa (24/12/2019), Edison mengatakan, Airlines BUMN tidak mendukung pariwisata Danau Toba. “Ada kesan mereka (Garuda) ingin menggagalkan program Presiden Jokowi yang akan menjadikan Danau Toba salah satu dari 5 destinasi wisata super prioritas,” kata Edison.

Pesawat Garuda yang digunakan untuk rute Bandara Silangit

Salah satu bukti yang paling kentara adalah harga tiket yang super mahal ke Danau Toba dibanding ke Singapura dan Bali. “Ironis sekali, BUMN Penerbangan justru bertindak seperti itu. Harusnya mereka mendukung program pemerintah,” ujarnya.

Menyikapi kondisi demikian, KDMT menyerukan harga tiket ke Bandara Silangit bisa ditinjau ulang. Hal ini demi percepatan wisata Danau Toba.

Sebelumnya, Branch Manager Garuda Indonesia, Lia de Vega menyebutkan, penghentian layanan rute Soetta-Silangit merupakan bagian dari penerapan strategi pasar demi optimalisasi pendapatan.

“Mulai 13 Januari 2019 Garuda Indonesia tidak lagi terbang ke Bandara Silangit,” ujar Vega.

Penghentian operasional ini akan mengakhiri kiprah Garuda Indonesia yang hampir tiga tahun melayani rute Silangit-Jakarta, sejak pesawat jenis Bombardier CRJ 1000 terbang perdana pada 22 Maret 2016. (RN)