Jakarta, innews.co.id – Ibarat sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Demikian bahasa yang tepat bagi Ratna Sarumpaet. Pasca dirinya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polda Metro Jaya, kini, ia harus mengembalikan uang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta sebesar Rp70 juta yang diberikan padanya secara cuma-cuma yang katanya sebagai bentuk bantuan Pemprov kepada kalangan seniman.

Dana sponsor senilai Rp70 juta itu terdiri dari uang tiket pesawat, uang harian, dan asuransi perjalanan. Namun, Asiantoro belum mengetahui berapa jumlah pasti dana yang bisa dikembalikan Ratna.

Saat dihubungi, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Asiantoro, Senin (8/10), mengatakan, “Iya (dalam waktu dekat meminta pengembalian). Entar saya follow up”.

Rincian dana Rp70 juta tersebut adalah Rp50,38 juta untuk tiket pesawat pulang pergi, Rp19,8 juta untuk uang saku selama di Chile, dan Rp526 ribu untuk asuransi perjalanan.

“Pokoknya Dinas Pariwisata diminta untuk ke Bu Ratna supaya mengembalikan itu. (Tiket pesawat) di refund berapa ya itu lah yang diterima. Kalau sudah dibeli kan tunggu refund, berapanya kita enggak tahu. Tunggu saja lah,” kata Asiantoro.

Sebelumnya Ratna berencana menghadiri International Woman Playwright Conference pada 7-12 Oktober. Pemberian dana sponsor oleh Dinas Pariwisata untuk Ratna mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 1066 Tahun 2018 tentang Standar Biaya Perjalanan Dinas Dalam dan Luar Negeri.

Untuk tiket ke Cile, biaya tiket pesawat pulang pergi ditanggung senilai 8.900 dollar Amerika. Untuk non PNS DKI difasilitasi menggunakan pesawat kelas ekonomi. Sementara uang harian yang diberikan untuk orang bukan pegawai ke Cile yakni 222 dollar Amerika per hari.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Keuangan dan Aset Daerah DKI Jakarta Hasanah menuturkan pengembalian harus dilakukan apabila yang bersangkutan tidak jadi berangkat. Dalam kasus Ratna, uang harian yang tidak digunakan harus dikembalikan secara utuh. Sementara uang yang telah terpakai untuk membeli tiket pesawat harus direfund.

Laporan rinci dari pengembalian dana itu harus dibuat oleh Dinas Pariwisata untuk dilaporkan ke Biro Administrasi.

Awalnya, Ratna mengajukan permohonan sponsor untuk menjadi pembicara dalam acara The 11th Women Playrights International Conference kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies kemudian mendisposisi permohonan itu kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI untuk ditindaklanjuti. Dinas Pariwisata kemudian merekomendasikan perjalanan dinas Ratna ke Biro Administrasi Sekretariat Daerah (ASD) DKI.

“Tupoksinya perjalanan dinas ada di Biro ASD. Jadi, kita mengusulkan, memang diberi, Rp70 juta itu include tiket, akomodasi, dan uang saku,” ucap Asiantoro.

Sayangnya, pesawat belum sempat take-off, Ratna dibekuk polisi di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis malam (4/10). Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran kabar bohong atau hoaks. (RN)