Bekasi, innews.co.id – Selama 4 tahun menjalankan tugas sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi, banyak hak yang telah ia lakukan dalam rangka memperjuangkan aspirasi masyarakat dan melayani warga dengan sebaik-baiknya.

Sosok Syaherallayali, SE, Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Hanura saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (30/11), menjelaskan panjang lebar mengenai kiprahnya selama duduk sebagai anggota dewan.

Baginya, dipercaya sebagai wakil rakyat adalah suatu amanah yang harus dijawab dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.

Syaherallayali yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Bekasi ini menuturkan, “Saat ini ada banyak masalah warga Kota Bekasi yang telah dapat ditangani. Baik infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)”.

Syaherallayali, SE., Fokus bangun kualitas SDM di Kota Bekasi

Di Pemilu Legislatif 2019, Syaherallayali kembali maju sebagai calon Anggota DPRD Kota Bekasi dari daerah pemilihan 2 Bekasi Utara, nomor urut 1.

Lebih jauh Syaherallayali mengatakan, pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) yang waktunya bersamaan dirasa merugikan bagi para caleg. Karena konsentrasi masyarakat lebih ke Pilpres dari pada Pileg.

“Ya, pasti ada implikasi bagi para caleg karena masyarakat nampaknya lebih fokus ke Pilpres,” ujar pria kelahiran Jambi, 7 Agustus 1967 yang juga Majelis Petimbangan Cabang Pemuda Pancasila Kota Bekasi ini.

Harusnya, sambung dia, dipilih dulu anggota legislatif baru pilih Presiden. Ini berkaitan dengan kualitas para anggota dewan juga. “Harusnya diberi jeda waktu. Pileg dulu baru Pilpres,” kritik anggota Badan Musyawarah dan Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi ini lugas.

Dengan kondisi demikian, Syaherallayali mengatakan, dituntut inovasi dan terobosan dari para caleg dalam kaitan mensosialisasikan visi-misi dan programnya kepada masyarakat.

Sebagai Ketua DPC Kota Bekasi, ia meminta para caleg di wilayahnya untuk dapat meningkatkan modal sosial. Dengan kata lain, harus lebih intens turun ke masyarakat menyampaikan visi-misi sehingga warga tahu dan memahami.

Kembangkan SDM

Bicara soal dapilnya, Syaherallayali menggambarkan, setelah di periode pertama ia telah memperlengkapi pembangunan infrastruktur di Bekasi Utara, di periode kedua ia akan fokus meningkatkan kemampuan SDM, khususnya generasi muda.

“Saya akan memperlengkapi generasi muda dengan berbagai keterampilan, seperti servis AC, handphone, menjahit, dan sebagainya. Demikian juga kegiatan ibu-ibu di Majlis Taklim akan dihidupkan sehingga para wanita bisa mendapatkan penghasilan tambahan,” urainya.

Membangkitkan kegiatan UMKM juga menjadi perhatian Syaherallayali dalam rangka menghidupkan ekonomi kerakyatan.

“Warga Bekasi Utara sudah bisa menikmati infrastruktur dengan baik dan sekarang saya mau bangun kemampuan personal lewat berbagi keterampilan,” kata Syaherallayali yang juga duduk sebagai Ketua Umum Perkumpulan Bugis Makassar.

Mengapa fokus generasi muda? “Harus dopahami bahwa masa depan bangsa ada ditangan generasi muda. Dan, realita masa kini, masih banyak anak-anak muda yang mengganggur. Kalau mereka dibekali berbagai keterampilan, tentu mereka bisa melihat peluang-peluang yang bisa dijadikan ladang usaha,” imbuh Ketua Forkom RW Dumas periode 2013-2016 ini.

Ditambahkannya, “Saya mau membangun jiwa enterpreneurship bagi generasi muda yang akan menjadi modal mereka dalam menjalani kehidupan ini.

Syaherallayali sendiri telah lebih dari 2 tahun mengumpulkan para penjahit celana jeans dan lainnya yang ditempatkan di sekeliling Danau Duta Harapan. Alhasil, para penjahit mampu menjalankan usahanya dengan tertib.

Hal lain yang juga menjadi concern Syaherallayali adalah di bidang olahraga dengan membina anak-anak dalam klub sepakbola. Sekarang ini sudah ada 3 klub sepakbola binaannya.

“Nanti kita akan buatkan turnamen sepakbola yang bergengsi. Harapannya tentu bisa lahir bintang-bintang sepakbola seperti Nuralim dan Wartakusumah yang bisa menjadi aset nasional,” ujarnya.

Bicara Pileg nanti, Syaherallayali berharap masyakat Kota Bekasi bisa menjaga kondusifitas dan tidak mudah terpancing dengan isu-isu SARA.

“Gunakan hak pilih sebaik-baiknya karena dengan menggunakan hak pilih, kita dari hak pilih warga kita bisa membangun bangsa. Masyarakat harus sadar bahwa pesta demokrasi ini akan kita jadikan sebagai sebuah harapan bahwa Indonesia ke depan di bawah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI akan semakin jaya,” pungkasnya. (RN)