Jakarta, innews.co.id – Meski telah memastikan kursi Wagub DKI untuk kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bukan berarti PKS bisa lenggang kangkung. Sejatinya, PKS sowan ke Gerindra dan membawa bakal calon gubernur yang mau diusung.

Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif ketika ditemui di DPRD DKI Jakarta, Selasa (6/11).

Menurutnya, hal serupa juga dilakukan Gerindra tatkala mengusung Sandiaga Uno sebagai calon Wagub DKI.

“Nanti ada rapat pimpinan lagi, calon yang dari PKS akan dikenalkan ke Gerindra, diterima, kan agak sulit kan. Kan dulu Pak Sandi waktu Wagub diantarin ke PKS. Gantian dong. Kalau PKS yes, tapi orangnya melalui saluran mekanisme. Nanti ada rapimnya, ini calonnya, tolong didukung,” kata Syarif.

Setelah itu, calon yang diusulkan PKS kepada Gerindra harus melalui uji kepatutan dan kelayakan sebagai cawagub. Tim yang akan menguji kepatutan dan kelayakan calon akan dibentuk sebelum Kamis ini. Tim itu terdiri dari unsur Gerindra dan PKS.

Setelah nama calon dinyatakan layak, baru lah PKS dan Gerindra mengusulkan dua nama ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui satu surat. Setelah itu, Anies mengajukan nama cawagub tersebut ke DPRD DKI untuk dipilih melalui pemungutan suara.

Sejauh ini dua nama yang kemungkinan bakal dimunculkan PKS adalah Agung Yulianto (Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta) dan Ahmad Syaikhu (mantan Wakil Wali Kota Bekasi).

Menurut Syarif, soal siapa yang jadi wagub nantinya masih bisa berubah. “Bisa berubah, ikuti mekanisme partai. Kalau (Agung dan Syaikhu) enggak acceptable gimana,” tandas Syarif. (RN)