Makassar, innews.co.id – Siapa tidak kenal Syahrul Yasin Limpo, sosok pemimpin yang menjadi panutan banyak pihak—utamanya di daerahnya Sulawesi Selatan.

Tak heran, tatkala dirinya harus “turun panggung”, banyak yang meratap bersedih bak kehilangan permata.

Ya, Syahrul Yasin Limpo, selama masa kepemimpinannya telah membuktikan bahwa dirinya amat dicintai oleh masyarakat yang dipimpinnya. 

Sebenarnya bagaimana sosok pemimpin dalam kacamata pria yang akrab disapa SYL ini? 

“Pemimpin adalah sosok yang bisa memberikan keteladanan. Dan, keteladanan itu adalah dekatnya kata dan perbuatan. Ini menjadi ukuran kadar atau level kepemimpinan,” ujar SYL dalam pesan singkatnya kepada innews, Sabtu, (19/5).

Menurut SYL, semakin jauh perbuatan dari perkataan, maka bisa dipastikan dia bukan pemimpin yang patut diteladani. “Bisa jadi dia pemimpin yang rendah keteladanannya dan tidak bisa dipercaya,” ucapnya lugas.

Karena itu, SYL secara khusus mengingatkan kepada semua untuk tidak membiasakan diri berbohong, karena itu bisa menjadi sebuah kebiasaan yang terus berulang.

”Harus diingat, aspek keteladanan adalah hal yang menjadi keutamaan seorang pemimpin karena berkaitan dengan moral atau biasa disebut moralitas asketik, artinya pemimpin tidak hanya harus patuh pada aturan hukum semata, tetapi harus mengedepankan aspek moral yang menembus dunia akhirat,” jelasnya.

Tidak itu saja, bagi SYL sendiri, pemimpin memiliki tanggung jawab membawa umatnya ke jalan yang benar.

SYL membagikan 5 hal yang selayaknya dicontohkan oleh para pemimpin yakni, pemimpin harus bisa mencontohkan cara hidup yang baik; bisa berbagi visi dengan mereka yang dipimpinnya; selalu berorientasi pada proses bukan hasil semata; memungkinkan orang lain bertindak/berpartisipasi, dan mampu menyemangati jiwa dari orang-orang yang dipimpinnya. (RN)