Jakarta, innews.co.id – Sidang perdana gugatan Kongres VII IPPAT menjadi babak baru dalam perjalanan IPPAT. Berbagai carut-marut permasalahan Kongres IPPAT Makassar telah diupayakan di luar persidangan, namun belum juga ada titik terang. Mungkin penyelesaian di meja hijau akan membuat semua terang benderang.

Hal ini dijabarkan dalam rilis yang diterima innews saat Sidang Perdana di PN Jakarta Barat, Rabu (24/10).

Dijelaskan, merupakan suatu hal yang menyedihkan apabila masalah Kongres IPPAT 2018 harus melalui proses beracara di persidangan. Tapi apa mau dikata, AD/ART IPPAT belum ada mekanisme penyelesaian yang baku.

Menurut salah seorang penggugat, Tagor Simanjuntak, SH., kini IPPAT bak sudah lumpuh karena sama sekali tidak ada kegiatan yang dilakukan. Bahkan, dipanggil sidang pun para tergugat tidak hadir.

“Kalau memang para tergugat punya hati untuk bersama membenahi organisasi, harusnya hadir dan taat hukum. Bukan malah tidak hadir,” kata Tagor.

Sementara itu, menurut Oscar Fredyan Sh., MKn., harusnya pengurus IPPAT dan para tergugat tidak memperlama proses ini. “Harusnya pada Sidang Kedua nanti, para tergugat bisa hadir, sehingga masalah ini bisa segera tuntas,” kata Oscar.

Lebih jauh Oscar memperkirakan, kalau pun diadakan KLB, siapa yang akan bertanggung jawab untuk melaksanakan dan biayanya dari mana.

Sidang perdana yang dipimpin Hakim Ketua Bambang Hermanto dan beranggotakan Dwiyanto dan Suhartono menunda persidangan hingga 28 November 2018.(RN)