Jakarta, innews.co.id – Sudah berlangsung dua tahun, hutang JB, salah seorang pendeta di Gereja Bethel Indonesia (GBI) dan salah satu Ketua Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta Indonesia (GPdI) kepada ibunda Felix Jonathan tak kunjung dibayar. Jaminan sertifikat tanah yang diagunkan nilainya dibawah pinjaman uang yang ‘disetorkan’ Maria Magdalena, ibunda Felix, yang mencapai lebih dari Rp3 milyar. Bila sampai akhir 2018, JB bukan saja disomasi, tapi juga akan dilaporkan ke pihak berwajib.

Niat baik Felix dengan memberi waktu kepada JB untuk melunaskan pinjamannya seperti dipandang sebelah mata. Bayangkan, hingga dua tahun, satu sen pun belum ada pembayaran yang dilakukan JB.

Hal ini disampaikan Felix dalam jumpa pers di Hotel Fudicia, Jakarta, Minggu (23/12), didampingi kuasa hukumnya Hanan Soeharto.

Dijelaskan Felix, ibunya pertama kali berjumpa dengan JB di Australia. Seiring waktu, JB menawarkan sebidang tanah kepada Maria. Entah merasa percaya karena yang bicara seorang pendeta, Maria pun sepertinya manut saja ketika diminta menyetorkan sejumlah uang.

Kejadian ini berlangsung beberapa kali. Bahkan, kabarnya JB pun minta mobil kepada Maria. Pun ruko yang digunakan sebagai tempat ibadah adalah milik Maria yang katanya disewa, tapi tidak pernah dibayar. Pun Maria harus menanggung biaya listrik setiap bulannya.

Felix coba membantu sang Ibu dan menemui JB. Alhasil, JB setuju dana yang sudah diberikan padanya dirubah menjadi hutang. Namun, sejak 2016 hingga kini belum dibayar juga. Bahkan, terakhir, Felix coba menghubungi telepon JB, tidak diangkat.

Maria adalah salah satu jemaat JB. Uniknya, kasus ini penah dilaporkan ke LBH GBI, namun kabarnya ada oknum yang menekan ibunya untuk menarik surat kuasa ke LBH.

“Di satu sisi Ibu saya mau uangnya kembali, tapi tidak berani dengan JB. Ini agak aneh,” aku Felix yang tinggal di Australia ini.

Sementara itu, ketika dihubungi via telepon, Pdt. Dr. Japarlin Marbun Ketua Umum Sinode GBI, mengaku sudah mengetahui kasus tersebut dari LBH dan menunggu surat resmi dari Pihak Felix.

“Kami siap membantu melakukan mediasi kepada kedua belah pihak asalkan ada surat resmi berupa kronologi dari pihak Felix dan ibunya,” ujar Japarlin.

Pihak Felix mengharapkan JB siap memberikan pertanggungjawaban sebelum kasus ini dilanjutkan ke ranah hukum. Hingga berita ini rilis, pihak JB belum memberikan konfirmasi mengenai kasus ini. (RN)