Jakarta, innews.co.id – Laporan Aliansi Masyarakat Independen Anti Hoaks dan Berita Bohong ke Bareskrim mengenai ucapan Presiden Joko Widodo yang dinilai hoaks saat berpidato di Surabaya (2/2/2019) dan Solo (3/2/2019) mengenai Propaganda Rusia, langsung ditangkis Pemuda Bravo 5 saat ditemui di Bareskrim, Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Menurut Ali Fanser Marasabessy Ketua Umum Pemuda Bravo 5, “Yang harus diperiksa itu pihak sebelah yang suka bikin berita-berita hoaks”.

Dikatakannya, tidak mungkin Presiden asal berucap. Pasti sebelumnya ada analisa-analisa yang dilakukan tim-tim khusus.

“Kalau kita cermati, ada kemiripan yang dilakukan tim seberang dengan model propaganda Rusia. Salah satunya menyebarkan rasa pesimisme yang melahirkan ketakutan di masyarakat seperti, negara akan bangkrut, Indonesia diambang kepunahan di 2030, dan sebagainya,” urai Ahmad Zazali, SH., Kepala Departemen Hukum dan Advokasi Pemuda Bravo 5 yang mendampingi Ali Fanser.

Ahmad menambahkan, kenapa tidak diurus saja soal masuknya nama salah satu calon 02 pada Panama Papers. “Coba klarifikasi benar tidak mereka terlibat. Apakah berani kubu 02 mengklarifikasi hal ini?” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, bukan tidak mungkin 02 pakai konsultan dari Rusia. Salah satu penyebabnya, kata Ahmad, Prabowo kan sudah 2 kali kalah dalam Pilpres, jadi tentu sekarang Prabowo akan mencari konsultan yang kira-kira bisa memberi peluang lebih besar kepadanya untuk menang.

Bagi Pemuda Bravo 5, silahkan saja melaporkan, namun pihaknya yakin tidak mungkin Presiden Jokowi asal berucap.

Ali Fanser juga meminta, kalau masalah ini sudah diserahkan kepada polisi, biarkan polisi bekerja. “Jangan nanti kalau laporan dianggap tidak benar dan kasus dihentikan, langsung polisi dituding berpihak pada 01. Ini kan yang selama ini selalu mereka sampaikan,” tegas Ali dan Ahmad bersamaan.

Kepada masyarakat, Ali berharap untuk tidak mudah termakan isu-isu yang belum jelas kebenarannya. “Pastinya Presiden Joko Widodo kalau sudah bicara pasti ada dasar yang jelas,” tukas Ali Fanser. (RN)