Tashya Megananda Yukki Owner Beranda Kitchen bersama para karyawannya yang setia

Jakarta, innews.co.id – Nama ‘Beranda Kitchen’ sudah demikian populernya. Tidak hanya karena sajian makanannya yang lezat dengan beragam varian, namun karena tempatnya yang nyaman dan bisa digunakan untuk kongkow, rapat, atau mengadakan seremoni-seremoni.

Ternyata, dibalik popularitas Beranda Kitchen, tersimpan sebuah perjalanan panjang dengan visi mulia yakni melestarikan kuliner Indonesia.

Tashya Megananda Yukki, President Director Beranda Kitchen mengisahkan, sebelumnya restoran yang berlokasi strategis di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan K.H. Achmad Dalan, Kramat Pela ini bernama ‘Sari Melayu’ yang menyajikan makanan khas Melayu Medan. Namun, pada 2013, namanya diubah menjadi ‘Beranda Kitchen’.

Tashya Megananda Yukki tampilkan nuansa berbeda di Beranda Kicthen

Perubahan nama itu, menurut Tashya, dilakukan untuk menyesuaikan konsep yang ia miliki. Sejak dulu, resto ini tidak hanya menyediakan makanan langsung di tempat, tapi juga melayani pesanan, baik untuk acara wedding maupun katering di perkantoran. Tahun ke tahun bisnis ini dijalani dengan penuh ketelatenan.

Gagasan Tashya sepulang dari menempuh pendidikan di Auckland, New Zealand ini mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Dipilihlah nama ‘Beranda Kitchen’ dengan desain interior yang sangat atraktif. Penggunaan ruangan pun dimaksimalkan. “Saya coba hadirkan konsep yang hommy, tapi juga bisa digunakan untuk acara-acara,” kata Tashya yang juga owner dari BYTASH Official ini.

Sajian makanan di Beranda Kitchen yang terlihat yummy

Tidak itu saja, dari sisi menu juga ditambah dengan sajian western food, meski komoditi tradisional Indonesia masih sangat kental. “Terbukti sampai kini, peminat makanan tradisional masih lebih unggul dibanding western food,” aku Tashya.

Berbagai menu Indonesia yang disajikan antara lain, Lontong Medan, Roti Jala Kari Ayam/Kambing, Paruh Balado, Ayam Tangkap Aceh, dan masih banyak lagi.

Hidangan di Beranda Kitchen yang begitu digemari

Kini, menu-menu baru terus dihadirkan. Seperti paling gress antara lain, Nasi Campur Darah Wangi, Mie Yamin, Cendol Panakota, dan lainnya. “Kebanyakan nama-nama menunya unik-unik,” kata Tashya sambil tergelak.

Lebih jauh ditanya soal keterlibatan dalam dunia kuliner, Tashya yang kini dipercaya sebagai Ketua DPD APJI DKI Jakarta ini memgaku, awalnya tidak terpikir mengelola sebuah resto. Tapi, saat kuliah di Auckland mengambil jurusan Bisnis Marketing, Tashya sempat bekerja di restoran.

Minuman pelepas dahaga

“Dulu saya justru punya keinginan berkecimpung dalam dunia fashion,” ujarnya. Tak heran, kini ia memiliki butik dengan nama Clover Boutique yang ada persis di bawah Resto Beranda Kitchen dan di kawasan Kemang.

Sekembalinya ke Indonesia, timbul pemikiran untuk mengembangkan resto keluarganya. Akhirnya, jadilah ia menggarap resto yang berada di atas lahan sekitar 500an meter persegi.

Serangkaian kegiatan bisa dilakukan di Beranda yang memiliki kapasitas mencapai 150 orang tersebut, diantaranya reunian, jumpa pers, pernikahan (intimate wedding), sampai acara lamaran. Ada 2 ruangan cukup besar yang disiapkan, dilengkapi dengan teras yang cukup luas dan nyaman.

Makanan yang begitu lezat

Pasca perubahan nama menjadi ‘Beranda Kitchen’, Tashya menilai terjadi pertumbuhan yang signifikan dan lebih dikenal banyak orang. “Saya utamakan menjaga kualitas makanan. Begitu juga kebersihan makanan menjadi hal yang tak kalah penting,” urai Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata dan Industri Kreatif di Kadin DKI Jakarta ini.

Ditanya kemungkinan Beranda buka cabang atau franchise, Ibu dari 4 anak ini mengatakan, belum ada rencana seperti itu. “Konsep Beranda begitu kuat dalam menghadirkan makanan Nusantara, sekaligus dengan kenyamanan suasana makan. Belum terpikir untuk buka cabang atau mem-franchisekan resto ini. Kalau mau kita bikin yang baru aja,” imbuh istri tercinta Yukki Nugrahawan Hanafi ini.

Sebenarnya itu sudah dipikirkan. Kebetulan ia bersama beberapa rekan di APJI diminta mensupervisi dan menghandle beberapa F&B di beberapa hotel.

Makanan khas di Beranda Kitchen

Dikatakannya, ia punya kerinduan membantu young couple untuk bagaimana mereka bisa ‘bersatu’, tapi dengan dukungan dana yang tidak terlalu besar.

Ditanya soal membagi waktu ditengah kesibukan, Tashya mengatakan, weekend adalah waktu spesial untuk keluarga. “Saya lihat untuk Beranda dan Butik sudah berjalan baik. Justru tinggal APJI dimana saya masih perlu handson,” tukasnya. (RN)