Jakarta, innews.co.id – Pita Putih Indonesia (Indonesia White Ribbon Alliance) menempati ruangan baru di Gedung II Lantai 3, Kantor BKKBN, Jakarta.

Peresmian ruangan sebagai Kantor PPI dilakukan secara sederhana dengan pemotongan tumpeng, di ruangan yang akan digunakan, Selasa, (19/2/2019) dihadiri langsung Ketua Umum PPI Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., para pejabat BKKBN, dan pengurus PPI.

Dalam peresmian tersebut, Giwo Rubianto menghaturkan terima kasih untuk kemitraan yang selama ini terjalin antara PPI dengan BKKBN. “Kita bersama-sama memperjuangkan agar semakin hari semakin kecil angka kematian ibu melahirkan di Indonesia,” seru Giwo.

Suasana peresmian ruangan baru Pita Putih Indonesia di Gedung II Lantai 3, Kantor BKKBN, Jakarta, Selasa (19/2/2019)

Sementara itu, Sri Rahayu Kepala Biro Keuangan BKKBN sekaligus Plt Kepala Biro Umum mengatakan, BKKBN tidak bisa bekerja sendiri. “Selama ini PPI telah banyak membantu BKKBN dalam ikut mensosialisasikan berbagai program. Khususnya terkait penurunan angka kematian ibu melahirkan,” terang Rahayu.

Dengan ruangan yang baru, Rahayu berharap, PPI akan semakin giat dalam mendukung sosialisasi sehingga angka kematian ibu melahirkan bisa ditekan secara signifikan.

Tumpengan mewarnai peresmian ruang baru Pita Putih Indonesia di Gedung II Lt. 3, Kantor BKKBN, Jakarta, Selasa (19/2/2019)

Rahayu mencontohkan pentingnya sosialisasi pemakaian alat kontrasepsi, juga penundaan usia kawin bagi mereka yang masih dibawah usia 21 tahun, juga himbauan kepada para wanita untuk tidak hamil di atas 40 tahun.

Saat ini, kata Rahayu, angka kematian ibu melahirkan terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Tapi, lebih sering terjadi di wilayah-wilayah yang akses fasilitas kesehatannya masih kurang. Juga kebutuhan ber-KB nya tinggi, namun ketersediaan alat kontrasepsinya kurang, demikian juga tenaga kesehatannya yang masih minim.

Jajaran pengurus Pita Putih Indonesia di ruangan barunya

Sementara itu, Giwo Rubianto mengharapkan, kemitraan PPI dengan BKKBN bisa lebih ditingkatkan. Sejak berdiri tahun 1999, telah banyak program yang dijalankan PPI dalam upaya mengentaskan berbagai persoalan, khususnya menyangkut perempuan dan anak. Di antaranya mengadvokasi masyarakat. “PPI menjadi katalisator dalam menurunkan angka kematian ibu melahirkan. Juga mengajak semua stakeholders agar dapat memberikan perhatian serius terhadap berbagai masalah yang mendera kaum perempuan.

Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., Ketua Umum Pita Putih Indonesia, komitmen melayani bangsa

Saat ini, PPI telah ada di 31 provinsi dan ratusan wilayah di seantero Indonesia. Seiring waktu, kiprah PPI kian nyata di persada ini. (RN)