Medan, innews.co.id – Ada begitu banyak pihak yang terbeban melakukan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia. Untuk itu, dibutuhkan sinergi agar program yang berjalan bisa berkesinambungan.

Hal ini nampak dalam Temu Nasional Puspa 3 di Medan, Sumatera Utara, Rabu (14/11). Acara itu dibuka langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise bersama Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Dalam sambutannya Menteri Yohana menandaskan pentingnya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. “Saat ini adalah eranya perempuan untuk maju. Tidak hanya dalam perannya sebagai ibu dan pendidik di rumah, tapi juga dapat berperan sebagai penopang perekpnomon keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumut dalam sambutannya mengatakan, acara ini merupakan suatu upaya membangun sinergitas antara berbagai komponen masyarakat yang terbeban terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia.

Temu Nasional ini sebelumnya sudah dua kali diadakan, masing-masing di Yogyakarta dan Surabaya.

Ada berbagai hal yang dibahas dalam pertemuan ini di antaranya, upaya penguatan partisipasi publik untuk perempuan dan anak.

Juga sebagai bagian dari implementasi dari rekomendasi konsep kebijakan implementasi partisipasi masyarakat dalam percepatan pencapaian SDG’s, utamanya target kelima yaitu kesetaraan gender.

Temu Nasional ini diharapkan bisa memberi penguatan sinergitas pemerintah dengan publik (lembaga profesional, dunia usaha, organisasi keagamaan, ormas, perguruan tinggi, media, dan komunitas lainnya yang peduli pada pemberdayaan perempuan Dan anak.

Acara ini juga dirangkai dengan festival, rembuk nasional, dan diskusi yang menghadirkan narasumber Sekmen KPPPA, Deputi Bappenas, Prof Dr Hayono Isman, Wulan Tilaar, Forkom PM-PPPA, Forum Puspa Sumut, dan Forum Puspa NTB. (RN)