Jakarta, innews.co.id – Sejumlah persoalan di Sumatera Utara disampaikan rombongan Komisi D DPRD Sumut bersama Bupati Karo dan Dairi dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi V DPR RI di Senayan Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Rapat dipimpin oleh Dr. Capt. Anton Sihombing, MM., M.Mars., dan Sahat Silaban. Dalam rapat terurai sejumlah persoalan antara lain, pembangunan jalan dan irigasi.

Pada kesempatan itu, disampaikan mengenai pembangunan jalan layang dari Medan ke Berastagi. Juga memperjuangkan auto ring road lingkar luar Danau Toba yang terputus mulai dari Simalungun, Karo, Dairi sampai Samosir.

Pimpinan Komisi V DPR RI Dr. Capt. Anton Sihombing (kanan) bersama Sahat Silaban mendengarkan aspirasi dari Anggota DPRDSU dan Para Bupati di Sumut dalam RDPU di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019)

Masalah irigasi di Tanah Karo, Dairi, dan Mandailing Natal juga disampaikan oleh Komisi D.

Hal lainnya, pengajuan 12 ruas jalan yang pendanaannya diambil dari DAK. Pada kesempatan itu, Sutrisno Ketua Komisi D DPRDSU meminta para wakil rakyat, khususnya di Komisi V DPR RI untuk dapat memperjuangkan hal tersebut, mengingat hal itu sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat.

Sementara itu, Leonard Surungan Samosir menekankan soal pentingnya irigasi. “Selama ini banyak irigasi di Sumut yang terabaikan. Sementara kebutuhan air untuk pertanian begitu besar,” kata Leonard.

Di sisi lain, Dr. Eddy Berutu Bupati Dairi mengusulkan pendirian pusat pelatihan sertifikasi kapal di Kabupaten Dairi.

“Dengan sertifikasi kita memiliki standar profesi dan kompetensi, bahkan bisa disetarakan dengan standar yang berlaku internasional,” ujarnya.

Menanggapi derasnya permintaan dari para Bupati dan anggota dewan dari Sumatera Utara, Anton Sihombing mengatakan, kita akan perjuangkan apa yang terbaik sesuai kebutuhan masyarakat di Sumut.

“Perhatian pemerintah terhadap pembangunan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia patut kita apresiasi. Namun, itu harus dibarengi dengan pembangunan bidang-bidang lainnya, sehingga terjadi pembangunan yang simultan dan berkesinambungan,” tukas Anton. (RN)