Ony Jafar Hafsah bersama Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Senin (25/11/2019)

Jakarta, innews.co.id – Peningkatan kapasitas organisasi perempuan serta peran serta aktif menjadi kunci mendorong kemajuan perempuan di Indonesia.

Hal ini disampaikan Ony Jafar Hafsah, SE., Ketua Kowani 2 periode terkait konsep pemberdayaan perempuan kedepan yang sejatinya dijalankan organisasi Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang dalam waktu dekat akan mengadakan kongres di Jakarta.

Dalam audiensnya dengan Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah, Senin (25/11/2019), Ony yang didampingi sejumlah organisasi dibawah payung Kowani menyampaikan rencana Kongres Kowani XXV di Jakarta.

Audiens sejumlah organisasi perempuan kepada Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah di Kantor Kemenaker, Jakarta, Senin (25/11/2019)

Pada kesempatan itu, Menaker menyambut baik niatan Ony untuk maju sebagai Caketum Kowani periode 2019-2024 dan berharap bila terpilih busa membawa perahu Kowani kearah yang lebih baik lagi.

Lebih jauh Ony mengatakan, sebagai organisasi federasi yang didalamnya terdapat 91 organisasi perempuan, Kowani harus bisa memainkan peran besar sebagai dirigen yang bisa menyokong perempuan-perempuan Indonesia untuk bisa maju.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan, kata Ony yang juga duduk sebagai Ketua Umum DPP Wanita Tani Indonesia, adalah menjadikan Kowani sebagai Rumah Peradaban Perempuan Indonesia. Selaib itu juga sebagai rumah aspirasi dan rumah ramah perempuan Indonesia.

Dengan begitu, Kowani menjadi lebih besar, lebih kuat, disegani dan memberi manfaat serta berkah kepada organisasi anggota, kepada kaum peremuan, kepada masyarakat dan kepada bangsa dan Negara Indonesia.

Ony menambahkan, aspek lain yang bisa dikembangkan adalah perekonomian kaum perempuan. “Kita terus memikirkan bagaimana perekonomian kaum perempuan di Indonesia meningkat. Salah satu yang sudah dijalani secara rutin adalah ‘Kowani Fair’,” ujar Ony yang dalam 8 kali penyelenggaraan selalu ditunjuk sebagai Ketua Panitia dan berlangsung sukses ini.

Perempuan Indonesia, lanjut istri Dr. Ir. Mohammad Jafar Hafsah. IPM., mantan Anggota DPR/MPR dan Sekjend ICMI Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia ini, harus menjadi pioner dalam mencetak SDM Unggul. Selain menjadi insan yang cerdas juga berakhlak dan berintegritas.

Lebih jauh bicara tentang internal organisasi, Ony yang digadang-gadang maju sebagai Caketum Kowani dari DPP Wanita Tani HKTI ini menegaskan, keterlibatan aktif dari para anggota juga harus menjadi perhatian dalam membangun soliditas organisasi.

“Kedepan kita akan meningkatkan koordinasi, melibatkan seluruh anggota bersama melaksanakan program-program Kowani,” pungkas Ony yang mengklaim telah didukung lebih dari 70 persen anggota Kowani serta sejumlah pihak lainnya.

Hal lain yang juga akan dikerjakan kedepan adalah di bidang hubungan luar negeri, dimana Ony akan lebih mempererat kerjasama yang memberikan manfaat kepada organisasi anggota.

Kowani merupakan federasi yang berdiri 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang mana pada saat itu Kowani masih bernama Perserikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia atau disingkat PPPI. Peristiwa besar yang terjadi pada 22 Desember tersebutlah kemudian dijadikan tonggak sejarah bagi kesatuan pergerakan wanita Indonesia dan atas keputusan Kongres Perempoean Indonesia III pada tahun 1938 di Bandung, maka tanggal 22 Desember disepakati menjadi “Hari Ibu”, yang selanjutnya dikukuhkan dengan Keputusan Presiden RI No. 316 tanggal 16 Desember 1959. (RN)