Menkop dan UKM Teten Masduki bersama Ketua Umum Askopindo Sahala Panggabean, MBA., usai pertemuan di Kantor Kemenkop dan UKM, Jakarta, Jumat (21/2/2020)

Jakarta, innews.co.id – Modernisasi di tubuh koperasi menjadi hal penting, terutama di era digital sekarang ini. Dengan menerapkan teknologi dan transparansi, maka tumbuh kembang koperasi bisa berjalan dengan baik.

Hal ini dikatakan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki usai menerima pengurus Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo), di kantornya, Jumat (21/2/2020).

Rombongan Pengurus Askopindo bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, di Kantor Kemenkop dan UKM, Jakarta, Jumat (21/2/2020)

Tidak itu saja, secara khusus Teten meminta Askopindo untuk turun tangan mengatasi koperasi gagal bayar dan mendorong agar wadah ini mengarahkan program koperasi naik kelas untuk sektor usaha skala besar masuk ke komoditi pangan, maritim dan teknologi.

Sementara itu, Ketua Umum Askopindo Sahala Panggabean, MBA., mengatakan, selama ini ada kesan koperasi dipinggirkan. Seharusnya, kata dia, pemberdayaan koperasi bisa berjalan terus.

Pertemuan pengurus Askopindo dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, di Jakarta, Jumat (21/2/2020)

“Walaupun kejelekannya kita tahu. Ada koperasi yang dimainkan oknum tertentu, misal Langit Biru, Cipaganti, dan Indosurya yang gagal bayar. Itu karena uang anggota diinvestasikan ke jangka panjang. Tidak tepat itu,” tandas Sahala.

Saat ini, kata Sahala yang juga pendiri Koperasi Simpan Pinjam Nasari, ada sekitar 140 ribu koperasi simpan pinjam, namun sulit untuk disatukan. “Harapan kita melalui kongres ini untuk kebulatan tekat mendorong KSP bersatu, supaya maju. Kami harus koreksi diri, agar koperasi menjadi bisnis yang bagus,” pungkas Sahala. (RN)