Menteri Agama Fachrul Razi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (18/2/2020)

Jakarta, innews.co.id – Saat ini, Menteri Agama Fachrul Razi tengah meminta Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kemenag untuk melakukan kajian Surat Keputusan Bersama ( SKB) Nomor 8 dan 9 tahun 2006, kira-kira apa isi dalam SKB itu yang sudah tidak relevan lagi saat ini.

Hal itu disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (18/2/2020). “Nanti saya kira perlu menjadi bahan kita. Nanti coba Litbang untuk melihat kembali ada yang perlu direvisi apa tidak,” lanjutnya.

Revisi SKB Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 itu diusulkan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) saat pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Kamis (13/2/2020).

“Itu peraturan bersama menteri untuk memfasilitasi memudahkan umat beragama, bukan untuk membatasi. Yang terjadi sekarang masyarakat menafsirkannya dan menggunakannya itu untuk membatasi, dalam kerangka inilah kami meminta revisi,” ujar Ketua PGI Gomar Gultom.

Salah satu hal yang disarankan Gomar untuk direvisi dalam SKB terkait Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Ia meminta agar posisi FKUB tidak lagi berbentuk proporsional. Gomar ingin FKUB menjalankan tugas dan fungsi secara musyawarah serta tidak selalu melalui jalan pemungutan suara atau voting.

“Kami menuntut itu supaya tidak dipakai kata proporsional karena dengan proporsional itu yang terjadi voting bukan musyawarah, itu yang menghilangkan spirit bangsa kita untuk musyawarah,” ucap Gomar.

Dia menambahkan, setiap FKUB jumlahnya harus terdapat cerminan dari seluruh komponen masyarakat. (RN)