Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto

Jakarta, innews.co.id – Dampak pandemi virus corona dirasakan dunia transportasi nasional karena terjadinya penurunan volume muatan barang dan orang, baik di transportasi udara, laut, maupun darat.

Hal ini secara terbuka disampaikan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perhubungan, Carmelita Hartoto dalam rilisnya, Selasa (17/3/2020). “Tentu dunia transportasi terpukul dengan penyebaran covid-19 ini. Pukulan ini akan cukup terasa hingga beberapa waktu ke depan. Untuk itu, pelaku usaha meminta adanya insentif untuk menstimulus geliat bisnis kembali,” ujar Carmelita.

Dia menjelaskan, pada sektor transportasi darat, insentif itu bisa diberikan dalam bentuk fiskal, menunda pemungutan pajak selama 6 bulan, yang mencakup pemberian fasilitas PPh 21 ditanggung pemerintah (DTP), relaksasi pembebasan PPh 22 impor, pengurangan PPh 25, relaksasi restitusi PPN dipercepat. Insentif lainnya dapat pula berupa penangguhan pajak bahan bakar untuk operasional angkutan.

Selain itu, dibutuhkan juga dukungan perbankan dengan memberikan bunga yang kompetitif dan tenor panjang, juga relaksasi kredit terhadap pinjaman alat-alat produksi utama.

Di sektor pelayaran, lanjutnya, juga dibutuhkan insentif seperti reschedule pembayaran pinjaman bank, discount rate pinjaman yang rendah dan pemberian grace period pembayaran pinjaman, penghapusan pajak atas BBM, dan juga harga BBM yang kompetitif dengan suplai yang stabil.

“Sementara itu di pelabuhan diharapkan ada diskon biaya pelabuhan dan handling peti kemas. Hendaknya semua stakeholders bergandengan tangan pada saat ini untuk efisiensi,” tukasnya Carmelita.

Lebih jauh Carmelita mengaku prihatin dengan kondisi Indonesia seiring terjadinya pandemi virus corona dan berharap masa sulit ini dapat segera berakhir.

“Serangan virus corona di dunia usaha harus dihadapi dengan solidaritas yang kuat di antara sesama. Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas kita saat ini. Tapi tentunya setelah itu, kita perlu mencari cara agar geliat bisnis tetap dapat berjalan positif di masa mendatang,” pungkas Carmelita. (RN)