Pahlevi Pangerang, SE., Sekretaris Jenderal Dekopin saat ditemui di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta, Jum'at (21/2/2020) sore

Jakarta, innews.co.id – Sejak ditetapkan keadaan darurat lantaran penyebaran Covid-19 yang demikian masif, dunia usaha pun mengalami dampak besar. Tak terkecuali koperasi. Bahkan, ditaksir kerugian yang dialami mencapai 50 persen.

Hal ini dikatakan Pahlevi Pangerang Sekretaris Jenderal Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) kepada innews, Senin (23/3/2020) siang. “Pasti ada dampak sosial ekonomi yang besar di masyarakat sebagai akibat dari penyebaran Covid-19 yang demikian masif, termasuk terjadi penurunan aktivitas koperasi,” ujar Pahlevi.

Menurutnya, pelambatan laju usaha koperasi mulai terjadi sejak ditetapkan keadaan darurat di beberapa wilayah Indonesia (khususnya Jabodetabek) dengan presentase penurunan cukup signifikan, hampir mencapai 50 persen.

Karena itu, Pahlevi mengusulkan, pemerintah bisa memberikan insentif, berupa keringanan pajak dan keringanan pembayaran cicilan pinjaman untuk masa 3-6 bulan kedepan. “Ya, harusnya pemerintah bisa memberikan insentif kepada koperasi-koperasi di Indonesia. Karena ini kan musibah nasional,” tukasnya.

Meski begitu, Pahlevi tetap berharap, baik koperasi maupun UMKM bisa selalu optimis. “Kita harus selalu optimis dan tetap waspada, serta disiplin dalam menjaga kesehatan,” imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan usaha kalau sampai berhenti sama sekali pasti akan berdampak buruk, apalagi jika dalam waktu yang cukup lama. “Semoga kerjasama pemerintah dengan semua pihak bisa menghambat laju penyebaran wabah virus corona di seluruh wilayah Indonesia, sehingga aktivitas ekonomi koperasi di Indonesia tidak mati total,” pungkasnya. (RN)