Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengunjungi Pengrajin Tenun Songket Palembang "Fikri Koleksi". Jum'at (8/11/2019)

Palembang, innews.co.id – Faktanya, bahan baku untuk tenun dan songket 60-70 persennya masih impor. Material seperti benang emas yang menjadi elemen penting dalam songket sebagian besar masih diimpor dari Thailand dan China.

Temuan ini disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat mengunjungi pelaku UKM yang memproduksi tenun dan songket yakni Fikri Collection, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (8/11/2019).

Teten mengupayakan jalan keluar dengan beberapa langkah, seperti yang sudah diterapkan di Mongolia, dimana ada UKM di negara itu yang membudidayakan ulat sutera dengan memberinya makanan berupa tanaman jenis tertentu sehingga mampu menghasilkan kokon berwarna emas.

Hal seperti itu, kata dia, dapat direplikasikan di Indonesia sehingga konten lokal untuk bahan baku songket dan tenun dapat diperbesar.

Teten menegaskan akan membangun iklim usaha yang kondusif bagi para pelaku UKM di tanah air sehingga ketika iklim produksi sudah terbentuk dengan baik pengembangannya bisa semakin mudah dan cepat.

Kedepan, Teten berharap para pelaku UKM yang memproduksi kain tenun dan songket di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya jangan terlalu tergantung pada bahan baku impor.

Sementara itu, Fikri mencontohkan motif Naga Besaung yang cirinya adalah memuat banyak unsur warna emas dipadupadankan dengan warna-warna lembut seperi biru langit atau abu muda. “Ini terinspirasi dari budaya masa lalu karena Palembang juga banyak pengaruhnya dari budaya Tionghoa,” kata Fikri. (RN)