Jakarta, innews.co.id – Mempopulerkan sebuah destinasi wisata tentu membutuhkan sebuah brand yang menarik dan mudah diingat.

Terkait Danau Toba yang telah menjadi destinasi super unggulan di Indonesia, secara khusus Tetty Marganda Situmorang Ketua Akademi Pariwisata ULCLA Toba memberi brand ‘Thousand Eden Experience of Toba’.

Bagi Tetty, pemberian brand bagi Danau Toba sangat mendesak. Hal ini untuk menarik minat wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk kategori premium agar mengunjungi Danau Toba.

“Harus segera ditetapkan positioning branding yang inklusif bagi Danau Toba sehingga apabila dipromosikan secara meluas ke seluruh dunia, turis premium akan mau datang ke Danau Toba. Dengan datangnya turis tentu akan memberi devisa bagi negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Tetty.

Selama ini, kata Tetty, branding untuk Danau Toba belum tepat sasaran karena sebagai amplifikasi positioning destinasi super prioritas, maka tetap harus ada branding tunggal inklusif bagi Danau Toba.

Sebelumnya sempat ada branding Super Volcano Geopark. Menurut Tetty, bagusnya dipakai sebagai sub branding. “Tagline utamanya harus powerful. Yang benar-benar menggambarkan kenapa turis harus datang mengunjungi Danau Toba, terutama yang kelas premium,” cetus Tetty.

Lahirnya brand ‘Thousand Eden Experience of Toba’ merupakan hasil kajian dan riset dari Akademi Pariwisata ULCLA Toba yang dilakukan selama 3 bulan terakhir pada 7 kabupaten di sekitar wilayah Danau Toba.

“Sebagai satu-satunya perguruan tinggi pariwisata berbasis vokasi di wilayah sekitar Danau Toba, Akpar ULCLA Toba meyakini bahwa branding ‘Thousand Eden Experience of Toba’ sangat tepat untuk menjelaskan kekuatan positioning Danau Toba. Ribuan pengalaman surga inilah yang akan menjadi alasan kuat para turis premium agar mau datang ke Danau Toba yang tentunya akan spending banyak di sini,” yakin Tetty.

Dia menjelaskan definisi pengalaman surga bukan hanya tentang keindahan alam dan peninggalan sejarah, tapi juga meliputi kekayaan budaya, musik, dan kuliner di mana semuanya adalah kekuatan ekonomi kreatif yang juga harus dikedepankan sebagai kekuatan daya tarik Danau Toba bagi turis premium.

Tetty berkeyakinan branding ini secara konkrit berdampak pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar Danau Toba.

Lebih jauh dikatakannya, harus dilakukan penguatan di berbagai aspek sebelum para pelaku UMKM berbasis ekonomi kreatif tersebut dilibatkan aktif untuk menggaet para turis premium.

Kepada pemerintah diharapkan untuk lebih berkomitmen tinggi karena dibutuhkan harmonisasi lintas sektoral antar-kementerian guna perwujudan visi besar tersebut.

“Saat ini mendesak untuk segera dirumuskan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menparekraf dengan Kepala BKPM juga dengan Menkop untuk payung hukum harmonisasi lintas kementerian guna akselerasi perwujudan Danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas kelas dunia,” pungkas Tetty. (RN)